The  Beauty Angel

The Beauty Angel

  • WpView
    Reads 436
  • WpVote
    Votes 55
  • WpPart
    Parts 12
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Sep 1, 2021
~ Gadis dengan ekspresi datar. Masuk kesekolah baru dengan prestasi yang bisa dibilang cetar. Menutup diri dan tak mau berhubungan. Membuat nya seakan selalu menjauh dari apa yang namanya perasaan. "Perasaan ga se simple satu tambah satu sama dengan dua.Bahkan kalopun kaya' Bintang ama langit yang indah banget,tetep aja itu bukan rumus matematika!",Keyra. ~ "Gw bakal bikin dunia lo kebalik.Mau lo nyaksiin atau enggak,mau mendung atau kabut,mau nyadar atau enggak,Bulan bakalan nongol di ribuann bintang di langit",Dizen.
All Rights Reserved
#31
watty
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Memories in Moon
  • Mentari Tanpa Sinar
  • AZAM : Satu Langit Dua Doa
  • Kaila's Choice: Stay Or Move On?
  • Misi Kalisa (End)
  • THE LIGHT LOVES [END]
  • My Beloved Enemy
  • 𝐁𝐮𝐥𝐚𝐧 𝐃𝐢𝐭𝐞𝐧𝐠𝐚𝐡 𝐋𝐚𝐧𝐠𝐢𝐭
  • GARIS TAKDIR
  • Bond

Gadis ini menundukkan kepala membiarkan kucuran air membelai surainya. Hujan terus menggiringku untuk bermimpi, takala ia terus menyusuri tubuhku dari rambut, hingga ujung kaki. Aku hanya diam, air ini sedikit membuat ku tenang. Aku takut, aku gelisah. Aku ingin berteriak memaki keadaan. Memaki diriku. Hujan, akan kah dirimu marah jika ku maki dengan isak ku? Akankah dirimu menerima rasa takut ku? Trauma ku? Semua kegelisahan ku? Rasa tidak percaya ku akan diri ku sendiri? Adakah yang bisa menerimaku? Bulan, jika kau jadi aku, akankah tetap setegar dirimu? Apakah hujan adalah wujud kekecewaan mu pada diri sendiri? Apakah awan yang menutupi mu adalah caramu untuk menghilang? Akankah menghilang adalah wujud lelah mu? Bersembunyi dibalik awan, apakah itu bentuk ketakutan mu seperti aku takut menghadapi kenyataan? Boleh aku jadi dirimu? Jarang di lihat mata, di nanti sebelum purnama namun di sukai saat sempurna. Bulan, pernah kah kau takut akan cacian manusia yang begitu kejam? Bahkan, bintang yang dapat kau gapai bisa saja mencela mu. Rambu dari mereka selalu menusuk nurani. Hilang akal ku, hilang kepercayaan ku. Masih normalkah jika ku bilang ingin menghilang? Masih terimakah kau jika ku bilang mereka harus lenyap?

More details
WpActionLinkContent Guidelines