Adistisya Feriandika

Adistisya Feriandika

  • WpView
    LECTURAS 180
  • WpVote
    Votos 40
  • WpPart
    Partes 8
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación vie, ene 25, 2019
WpInfo
No ficción
Aku, anak yang tumbuh tanpa belas kasih orang tua. Bukannya aku seorang anak yatim piatu. Tetapi, orang tuaku tak pernah menganggapku ada. Tes DNA sudah ku lalui dan hasilnya menyatakan aku anak mereka. Namun, mereka tetap kukuh bahwa tidak pernah melahirkan anak perempuan. Setelah aku tahu. Marga keluargaku tidak pernah mengakui anak perempuan mereka. Bahkan, saudara sepupu perempuanku mati. Tak tahan dengan semua itu. Tekanan bathin. Selalu terasa ketika melihat saudara laki-laki mendapatkan semua apa yang dia inginkan. Seorang ibu. Yang biasa akan tergugah hatinya. Ketika melihat anaknya terlantar. Dan kini, hanya sebatas kata kata mutiara yang kehilangan harganya. Tak ada makna.
Todos los derechos reservados
#829
masasma
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Cerita Tentang Kita
  • Mantan Housekeeper Bos! (Housekeeper Series)
  • Alkara ( Terbit)
  • Di Antara Kita (END)
  • Discarded Miracle~~
  • Badai Tak Berujung [ON GOING]
  • Di Balik Kacamata [END]
  • (Bukan) Keluarga
  • AMORA
  • Masa depan yang terulang

Terkadang kita tak mengerti apa yang sebenarnya di inginkan oleh hati, terkadang sebuah hal kecil dapat membuat kita tersenyum dengan tulus atau bahkan mengingatkan kita tentang sepenggal kisah yang pernah terjadi. Aku mungkin hanya orang biasa yang mempunyai banyak mimpi untuk di wujudkan tapi aku selalu percaya suatu saat hal ini akan menjadi nyata walaupun entah kapan akan terrealisasikan, hanya Tuhan yang tahu. Inilah kisahku aku akan memulainya, baca , dengarkan dan mengertilah ini kisahku tentang sebuah perjalanan perasaan yang terjadi dalam hidupku. Entah ini takdir atau hanya ujian hidup yang harus terus aku jalani. Kadang aku merasa ini begitu menyakitkan ,begitu tak adil. Kadang aku ingin marah tapi dengan siapaa? Disaat aku merasa aku tak sanggup lagi menjalaninya aku akan menangis sekeras-kerasnya agar aku bisa merasa lebih baik, tapi tentu saja hal itu hanya bersifat sementara. Ataukah aku harus lari dari kenyataan hidup yang harus aku jalani? Mungkin dengan begitu hidupku akan lebih baik, tak mungkin semudah itu teman-teman aku ini masih remaja belum punya apa-apa , jajan aja masih minta ortu. Yaahh...apapun yang terjadi kedepannya aku cuman bisa jalani. Hidup ini kan penuh dengan teka-teki dan misteri apapun yang terjadi aku harus terus belajar mensyukurinya.hanya itu yang bisa aku lakukan. Seperti menerima keadaanku sendiri . Yaa keadaanku sendiri , keadaan yang kurang baik , keadaan yang sempat membuat aku menangis sebulan lamanya, keadaan yang membuat duniaku seperti kiamat , seperti waktu berhenti berputar . Entah kenapa ini terjadi bertubi-tubi kepadaku . Yang aku tau saat itu aku jatuh dan merasa ini sudah berakhir. . . . . . . Cerita ini telah aku revisi ulang dari cerita sebelumnya yaa..karna ada beberapa yang harus aku ubah sedikit dan perbaiki karna ada kesalahan teknis. Selamat membaca guys...

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido