Ruang Semu

Ruang Semu

  • WpView
    Reads 17
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Nov 4, 2018
Hidup tidak sampai disini saja. Kini hanya saja terperangkap pada ruang semu. ------------------------------------------------- Rafa Almahyra seorang gadis yang memiliki kepribadian serba teratur alias rapi, ramah, mudah bergaul dan periang. Hidupnya selalu penuh kedisiplinan, semua kegiatannya telah diatur oleh orang tuanya sejak ia SMP, sampai-sampai pulang pun tidak boleh telat dari jam 3 sore. Betapa lucunya. Sampai suatu hari dimana ia kehilangan sosok mamanya, sosok yang telah melahirkan dia, dan juga sosok yang mengajarkan dia segalanya. Yap, mamanya meninggal diusianya yang menginjak bangku kelas 1 SMA itu. Ia merasa kacau dan sangat kehilangan semuanya. Akankah ia melampiaskan semua ini ke arah yang lebih baik atau bahkan ke arah yang lebih buruk dari sebelumnya? Dan bagaimanakah cerita cinta seorang gadis yang boleh disebut depresi ini?
All Rights Reserved
#530
broken
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • HATRED [On Going]
  • STELLA (On Going)
  • ALSTARAN [END]
  • TERA
  • Our Times (Completed)
  • Inside Me [END]
  • Abstrak
  • RAISA
  • L A R A (Falling and Love) ✔
  • AL: Stand Alone [END]

[Sebagian part di privat. Harap follow dulu kalau mau baca.] Benci? Membenci? Kebencian? Entah ada apa dengan diriku, membenci gadis tak bersalah karena alasan masa lalu. bahkan, masalalu yang tak ada sangkut pautnya dengan dia. Perkataan dan perlakuanku padanya mampu membuat gadis itu jatuh terperosok kedalam luka. Namun, Seiring berjalannya waktu, perilaku kasar dan rasa benci padanya, berubah menjadi rasa ingin selalu melindunginya. Tapi, ketika masa lalu tengah kembali, keegoisan selalu memegang kendali atas kerja otakku. Sehingga membuat rasa peduli dan perasaan aneh ini... lenyap begitu saja. Lantas, siapa yang merasa tersakiti disini? Almira? Tentu saja! -Haruno Altair Wijaya Airmata? Rasa sakit? Kecewa? Sudah sangat biasa bagiku. Terjebak didalam rumah mewah bagai istana, bak neraka dunia bagiku. Aku gadis bodoh, yang menjadi pihak yang selalu disalahkan. Gadis bodoh, yang mencintai orang yang membenciku. Gadis bodoh, yang masih bertahan karena alasan cinta? Tapi, cinta tidak akan menyakiti sejauh ini, bukan? Lantas, jika ini ujian, maka aku tak akan pernah lari, walau aku mampu sekalipun. -Almira Pradita Parasayu.

More details
WpActionLinkContent Guidelines