Asa yang Tak Terbendung

Asa yang Tak Terbendung

  • WpView
    Reads 12
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Oct 31, 2018
Semilir angin berhembus kencang Menggelitik daun telinga Terasa sampai ke dalam sukma Kicauan burung yang berirama Sungguh indah Yah, ciptaan-Nya Disini ku duduk Menulis bait demi bait puisi ini Terbesit dalam pikiran Asa yang tak kunjung reda Tak terbendung bak banjir bandang Terlalu, tapi nyatanya iya Kupikir hidupku akan damai Sedamai film "Ayat-Ayat Cinta" Semulus memakai lotion "Citra' Dan sebening air jernih tak bernoda Disini Di rumah yang telah dirombak Tapi tidak dengan suasananya Mencekam seperti semula Semua masih sama Asa yang tak terbendung Apalah mau dikata Semoga cepat hilang tertimpa
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ALBARA - (Jatuh Cinta Itu Lucu)
  • Printemps
  • Bumaga i Ruchka
  • • EUTANASIA •
  • Kenapa Harus Aku?! || Kim Sunoo [END]✓
  • MY LADDY BOSS  ||  HEERINA
  • Dia Semesta
  • "ARGON" Untukmu Bidadari Hatiku

Gemercik air hujan itu menyembunyikan tawa yang menutupi samar nya luka. lentik nya jemari yang menyapa dinginya sepi. menyambut pagi dengan kecohan sang mentari. embun di ujung bumi,yang mengepul pesat perlahan pudar. beriring dengan air yang menggenangi tanah liat. ini bukan tentang cinta atau takdir yang menggeliat dalam doa. ini tentang kemampuan dalam pertahanan. yang mempertahankan hubungan, yang terancam oleh ketidakadilan. akan kah semua pertahanan ini harus berakhir dengan kata kata perpisahan yang di sah kan oleh takdir ? akan kah satu sosok dengan seluruh dopantasa dan pertahan nya akan luntur begitu saja? inilah dunia, menganggap semua ini adalah lelucon yang tak pantas, tak dianggap ada:) ________________________ "selama ini aku hanya menjadi pengisi kekosongan ruang mu,jangan berlebih dalam menanggapiku,sebab aku tak akan menjadi pengobat luka mu itu" ~Alice... "Aku tak perduli, yang kutau tugasku hanya sebatas mencintamu al" ~ Barra. " Jangan menambah semburat luka mu dengan menungguku, sebab ragaku takan bisa seutuhnya menjadi hak mu" ~Rama.

More details
WpActionLinkContent Guidelines