Ellora (TAMAT)

Ellora (TAMAT)

  • WpView
    Reads 1,353
  • WpVote
    Votes 391
  • WpPart
    Parts 20
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jan 4, 2021
Ellora, ketenangan dirinya terasa saat kedamaian itu ditemukan, rasanya itu masih sebagian. Bersama beberapa remaja asing dari dunianya yang sempat terdengar bising, dirinya kembali berjalan di jarak yang telah terbentang. Sulit untuk membuat jarak itu terkikis yang kini tersimpul erat dengan bayangan ilusi. Ilusi? Perasaannya mengatakan seperti itu. Menganggapnya tak nyata. Benarkah pilihannya berjalan hanya mengarah pada upaya penghapusan bayangan ilusi?
All Rights Reserved
#323
buku
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Chasing A Mirage
  • Hadiah Terindah Dari Semesta
  • CAN YOU READ THE NEW CHAPTER FOR ME?
  • Quant (On Going)
  • Menyimpan Rasa
  • MEMELUK LUKA [END]
  • Titik Terbaik | END
  • THE CHAOS WITHIN: AWAKENING [Volume I]
  • I'm Not Her | ENHYPEN

Bayangannya menari di tepian cakrawala, seolah menantang realitas untuk mengakuinya. Setiap langkah yang diambil, ia menjauh-seperti fatamorgana yang mengundang, namun tak pernah dapat digenggam. Di persimpangan antara kenyataan dan ilusi, aku mengejarnya. Apakah dia nyata, atau hanya bayangan yang dirajut oleh pikiranku sendiri? Seperti Māyā, fatamorgana dari semesta, dia hadir dalam kelam, berbisik di antara desir angin, menggoda kepercayaanku akan dunia yang kukenal. Hatiku adalah Chakra, roda yang berputar dalam ketidakpastian, menginginkannya, merindukannya, tetapi semakin aku mendekat, semakin ia terurai seperti pasir di sela jemari. Apakah dia wujud atau hanya Smriti, kenangan samar yang dipahat oleh waktu? Aku terus berlari dalam lorong-lorong Samsara, mengulang pencarian tanpa akhir. Jika dia hanya ilusi, mengapa jantungku berdegup seakan mengenalnya? Jika dia nyata, mengapa dunia seolah menolak keberadaannya? Mengejar dia adalah mengejar bayanganku sendiri-sebuah misteri yang hanya bisa dipecahkan oleh keberanian untuk bertanya: apakah yang kurasakan ini nyata, atau hanya mimpi yang tak ingin terbangun?

More details
WpActionLinkContent Guidelines