Hold my hand

Hold my hand

  • WpView
    Reads 7,994
  • WpVote
    Votes 574
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Nov 13, 2018
Kehidupan yang sulit di masa kecil membentuk Salma menjadi seorang gadis yang mementingkan materi di atas segala-galanya. maka saat orang tua angkatnya menjodohkan dia dengan Adrian yang tidak lain adalah kakak angkatnya, Salma tidak menolak. walaupun wajah kakanya tidak bisa di katakan tampan. "Betul kata Papa, walaupun kak Adrian itu bukan tipe aku banget, tapi paling engga uangnya ga akan habis sampai aku punya anak cucu nanti kan Pah?" *** "apa sulitnya menerimaku, aku akan melengkapimu dan memperbaiki keturunan mu." Salma Olivia Bramantyo *** Adrian kehilangan keceriaannya karena musibah yang menimpanya saat masih kecil , kecelakaan menyebabkan lengan kiri sampai sedikit sisi wajahnya terbakar, tapi jelas di mata siapapun. luka sedikit di wajah sama dengan seluruhnya. tapi Adrian tidak habis pikir kenapa ibunya sampai menjodohkan dia dengan adik angkatnya. "Yang benar saja Ma, Adrian bisa dapat selusin yang seperti Salma di luar sana." *** "Berkacalah ... dari mana lo berasal, disini gue lah yang akan memperbaiki keturunan Lo, yang miskin dan suka menjadi parasit di kehidupan orang lain" Adrian Bramantyo
All Rights Reserved
#58
bitch
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • IMPERFECT
  • Badai Tak Berujung [ON GOING]
  • • D I V I N E__ D E C R E E, FA T E •
  • 27 FEBRUARI
  • Sweet Shadow's Senaku!
  • ANTAGONIS MOTHER || REVISI
  • ROSALINE - I will be The Real Antagonist
  • this is me
  • Marrying Dear Teacher ✔ (Tersedia di Gramedia dan Shopee)
  • I'll Save the Antagonist Sister [COMPLETE]
IMPERFECT

Arunika berteriak, "Lo nggak akan ngerti, karena lo gak berada di posisi gue!" "Gue gak akan paham kalo lo sendiri gak mau cerita. Gue bukan cenayang yang bisa tahu isi hati dan pikiran orang lain," balas Alister setelah menghela napas sebelumnya. Air mata membasahi wajah Arunika, tangannya terkepal kuat, "Gue benci sama diri gue sendiri, gue benci sama dia! Gue benci semua laki-laki di dunia ini, lo semua tuh bangsat!" Semua perasaan yang tertahan dan ia sembunyikan dalam dinding kokoh yang sudah ia bangun, akhirnya pecah. Sedih, kecewa, marah, benci dan terhina. Semua perasaan itu bercampur jadi satu dan menggerogoti hidup Arunika secara perlahan-lahan. Lebih buruk dari yang gadis itu kira. "Hidup lo nggak akan berakhir karena itu. Gue ada di sini, buat lo. Gue bakalan nemenin lo dalam situasi apa pun. Apa yang terjadi di masa lalu, itu bukan salah lo."

More details
WpActionLinkContent Guidelines