Assalamualaikum Sorban Putih

Assalamualaikum Sorban Putih

  • WpView
    LECTURAS 11
  • WpVote
    Votos 3
  • WpPart
    Partes 1
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación sáb, may 11, 2019
Aya. Seorang gadis piatu yang diam diam menyukai pria sekelasnya sejak 9 tahun lalu akan tetapi gayung tidak tersambut, pria yang ia sukai malah mencintai sahabatnya. Berkali kali ia jatuh dalam perasaannya sendiri, bahkan setelah mengenal seorang atlit SMA tetangga pun ia kerap terjatuh dalam perasaannya sendiri. Sampai ia memutuskan untuk berhijrah dan memilih untuk pergi dari kampung halamannya menimba ilmu dikota santri.
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Cermin yang Retak tak Ingin di Benci
  • Zidan With Syakira
  • Yang Terlewatkan
  • 10 Tahun Mencintaimu ( Tahap Revisi  )
  • Kusebut Namanya Dalam Akad
  • cinta jalur langit
  • BAD GIRL IN PESANTREN
  • DUA NAMA DALAM DOA || SEASON 1
  • Ahya
  • Tahajjud Cinta [END]

Cerita tentang petualangan seorang gadis bernama Asya Salsabila, usia 16 tahun yang dipaksa ayahnya masuk pesantren, dan mengubur impiannya masuk SMK favorit jurusan fashion designer, sebuah cita-cita yang diinginkan sejak SMP. Namun, ternyata didalam pesantren banyak pelajaran hidup yang dia temui, mulai dari persahabatan bahkan percintaan. Ia merasakan jatuh bangun menghadapi semua permasalahannya seorang diri tanpa bantuan dari kakak-kakaknya, karena ia anak paling bungsu dari empat bersaudara dan paling dimanja. Kini ia harus dapat tegar berdiri, ketika sahabat terdekatnya yang ia percaya sepenuh hati berkhianat dan menusuknya dari belakang, kekecewaan sudah menelannya dan membuatnya depresi, sehingga lari dari pesantren, ketika hampir putus asa, seseorang datang menawarkan bantuan tapi harus merendahkan harga dirinya dengan melepas jilbab, dan mempertaruhkan ilmu agama yang sudah dipelajarinya, benturan antara prinsip dan kebutuhan untuk bertahan hidup, membuatnya dalam dilema yang besar, sampai pada suatu masa, ia harus mengalah, menanggalkan satu-satunya bukti bahwa ia anak pesantren, selembar kain yang menutupi rambutnya.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido