ONLY YOU

ONLY YOU

  • WpView
    Reads 1,456
  • WpVote
    Votes 1,079
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Feb 6, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
Berjalan dengan langkah tegap, berdiri menopang lutut yang sangat terasa lemah, juga bahu yang sangat lemas Ada yang berubah dengan lorong yang kini ia jalani, lorong ini lebih tampak menyedihkan dari lorong lorong sebelumnya. Langkah tersebut memelan saat melihat benda benda yang ia lewati begitu meremukkan hatinya. Beberapa saat kemudian terdengar gelak tawa yang menggelegar, diikuti cibiran cibiran yang begitu membuat telinga memanas. Pikirannya hancur, emosinya kacau, batinnya tersiksa. Semuanya berpadu menjadi satu membentuk kehancuran yang begitu menyakitkan. Ia terjatuh, tersungkur! Terdengar ringisan kecil dari bibirnya, sedetik kemudian air matanya mengalir membentuk aliran sungai kecil, kemudian berubah menjadi isakan isakan yang begitu menyayat. Ia menutup kedua belah telinganya, berteriak dengan histeris, berharap semuanya akan berakhir. Dia sangat lelah dengan semua ini. Seakan akan ini adalah mimpi buruk yang tak akan pernah meninggalkannya.
All Rights Reserved
#341
goodgirl
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Together
  • If we can together
  • Leona[Hiatus]
  • LEITHLEACH
  • Transmigrasi Gadis Gila
  • Bad Girl  [SUDAH TERBIT]
  • To Be Antagonis
  • Leyna
Together

"Dia tuh, cuma keliatan kuat di luarnya doang. Dalemnya mah sebenernya berantakan. Mata ketawanya dia, bahkan jauh lebih menyakitkan dari airmatanya. Dia sebenernya cuma pura-pura baik-baik aja. Sebenernya mah, rapuh dan hancur. Karena ngerasa gak ada orang yang bisa mengerti apa yang udah dilaluinya, dia memilih jalan ini. Memendam semuanya sendiri. Padahal, pengen banget berbagi. Bisa ngeliat dia ketawa mah, di depan orang-orang aja. Aslinya, dia sering nangis sendirian. Tiap malem, di kamar mandi, di kamar, di mana pun dia bisa menangis, dia pasti bakal nangis. Karena, beban yang dia punya sekarang, terlalu banyak buat dipikul. Dia udah bilang kok kalo dia mau nyerah. Iya, nyerah sama hidupnya. Tapi, Tuhan masih bilang,"Jalan terus." Dia tuh capek tau. Dia sering ngeluh, cuma orang-orang gak pernah tau aja. Dia bisa memanipulasi emosinya dari yang abis nangis tersedu-sedu, langsung berubah jadi senyum menawan. Iya, itu keahliannya. Dia ahli dalam hal apapun, tapi dia gak ahli buat melawan. Dia tuh lemah. Kalo ada yang bilang dia kuat, iya itu di depan orang doang. Aslinya mah, suka banget gelosoran di lantai sambil nangis. Kalian gak tau aja. Iyalah kalian gak tau, dia kan gak pernah nunjukkin kelemahannya di depan orang. Yang dia pengen, orang taunya dia baik-baik aja. Padahal mah tiap hari yang ada di otaknya gimana caranya mati tapi gak sakit. Kalian gak tau aja...." - Author

More details
WpActionLinkContent Guidelines