Housemaid

Housemaid

  • WpView
    Reads 609
  • WpVote
    Votes 84
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Nov 1, 2018
Hidup mewah, bergelimang harta, apa saja yang diinginkan bisa di dapat dengan mudah, juga memiliki kekuasaan. Jika memiliki semua itu harusnya bahagia, kan? Akan tetapi Jinyoung tidak. Jinyoung merasa bosan, ia lelah dengan harta yang diwariskan oleh Kakeknya itu. Sampai ia tidak tahu uangnya harus di pakai untuk apa. Ibu tiri dan saudara tirinya begitu iri dan terus mencari cara untuk merebut harta itu dari Jinyoung dengan menghasut Ayahnya agar membenci Jinyoung. Tetapi apapun usaha Ibu tirinya, tidak pernah sekalipun berhasil, karena Jinyoung memiliki otak yang cerdas. Kemudian suatu hari, Ibu tirinya berencana melenyapkannya, Jinyoungpun memutuskan untuk melarikan diri ke Hutan sampai ia tersesat lalu menemukan sebuah Mension. Apa yang terjadi jika ia masuk ke Mension tersebut?
All Rights Reserved
#262
jackson
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • WHY DOES MY BROTHER HATE ME?  [REV] √
  • Be Your Star - JJP (Sequel On Going)
  • About That Night
  • Secret Mission [MarkJin]
  • Love, Trouble (COMPLETED)
  • ahjussi mafia man✅✅(jikook)
  • Tomorrow, Today (COMPLETED)
  • sign
  • MINE. [END]
  • Dangerous Romance (COMPLETED)

⚠️DALAM TAHAP REVISI ⚠️ [SUDAH TAMAT] FOLLOW TO READ READER!!! Sejak kepergian kedua orang tuanya dalam sebuah kecelakaan tragis, kehidupan seorang gadis muda berubah menjadi mimpi buruk. Ia tinggal bersama ketujuh kakaknya-orang-orang yang seharusnya menjadi pelindung dan penghibur, namun justru menjadikannya kambing hitam atas kehilangan mereka. Tanpa bukti dan tanpa alasan yang masuk akal, ketujuh kakaknya menuduhnya sebagai penyebab kematian orang tua mereka. Hati yang dulu penuh kasih berubah menjadi bara amarah yang terus membakar, menciptakan jurang dalam keluarga mereka. Gadis itu hidup dalam bayang-bayang rasa bersalah yang tak pernah ia pahami, terpenjara oleh luka yang ditinggalkan oleh keluarga sendiri. "Apa salah ku?" ucapnya dengan suara lirih, tak mengerti mengapa ia harus menanggung semua ini. "Oppa, maafkan aku... hiks." "Arghhh! Jangan siksa aku lagi!" teriaknya dalam ketakutan, tubuhnya gemetar setiap kali langkah kaki para kakaknya mendekat. "Oppa... tolong aku... bantu aku... hiks..." "Eomma... Appa... aku rindu... bawa aku pergi... hiks..." Hanya rasa rindu yang menjadi temannya setiap malam. Rindu akan pelukan hangat sang ibu, dan suara tenang sang ayah. Di tengah gelapnya kebencian yang terus membayangi, apakah masih ada secercah harapan untuk gadis kecil itu menemukan cahaya dan kasih yang hilang?

More details
WpActionLinkContent Guidelines