Fiksi
  • WpView
    Reads 25
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Nov 2, 2018
Dio adalah anak yatim yang sudah ditinggal ayahnya sejak dio berumur 5 tahun. Dia tinggal bersama ibunya. Dulu ayahnya bekerja sebagai tukang beca dan penghasilannya pun hanya cukup untuk kebutuhan makan sehari-hari. Terkadang mereka kelibat utang rentenir karena masalah kehidupannya. Sebenarnya dio ini anak pintar, sederhana, dan disiplin. Setiap pagi dio pergi ke sekolah dengan menggunakan sepedanya. Meskipun perjalanan dari rumah ke sekolahnya cukup jauh, tetapi itu bukan alasan dio untuk patah sekolah ,karna dio ini ingin membuktikan kepada ibunya bahw cita-citanya adalah sebagai Dokter. Supaya ketika ibunya sakit dialah yang akan merawatnya dan tidak perlu mengeluarkan banyak biaya. Dio duduk dibangku kelas 3 SMP, mulai tahun depan dio sudah memasuki sekolah menengah atas (SMA) maka dari itulah semangat dio tidak akan pernah putus. Dio ini anak yang cerdas dari pertama masuk sekolah dia sudah meraih prestasi pertama dikelasnya , sungguh berhati mulianya dia tidak pernah sombong bahkan tidak pernah membenci orang lain. Justru , orang lain lah yang sangat membenci dia. Entah karena dia memang pintar tidak bisa untuk dikalahkan. Ada satu temen dio yang sangat tidak suka dengan dio, dia ini anaknya Pejabat di desa yaitu sebagai ketua Lurah. Namanya adalah Ali , Ali ini dari dulu sampai sekarang sangat membenci dio karena ketidak mampuan dalam belajarnya . Ali memang anak orang kaya tapi dia sombong selalu menghambur hamburkan harta kedua orang tuanya. Beda dengan dio , Dio itu anak orang miskin tetapi Semangat Hidup nya lah tidak pernah runtuh , meskipun keadaan orang tuanya tidak mampu ,dio tidak malu bahkan dia ikut membantu ibunya bekerja sebagai pengulung di jalanan untuk mengurangi beban orang tuanya. Pagi ini dio berangkat ke sekolah seperti biasanya, ketika dijalan menuju ke sekolah tiba-tiba saja ban sepeda dio kempes , bengkel pun tidak ada yang buka pagi buta gini.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • TUBUH GADIS NERD [END]
  • Arsyilazka
  • Suddenly Becomes Samara In The Novel
  • Plot Twist Sang Figuran (TERBIT)
  • Masuk Kedalam Komik BL [END]
  • Wasa-Maja
  • Ujung Serbuk Emas Segera Hancur [END]
  • Pesawat Kertas - Ara
  • VANIA AND BOYS LOVE NOVEL!

"apa yang lo lakukuin?" tanya Rara dengan darah yang mengalir bercampur dengan air hujan "membunuh mu agar semuanya kembali pada saya" kata seseorang tersebut dengan seringaian yang menurut Rara lucu "ahh musuh ayah rupanya, beruntung banget gw yang jadi korban, selamat Lo berhasil, maafin kakak ya, kakak ngga bisa nemenin kalian main lagi, selamat tinggal adik adik kakak" setelah mengatakan itu Rara pun jatuh dan langsung menghembuskan nafas terakhirnya "berhasil" kata seseorang itu dan langsung meninggalkan Rara dengan lumuran darah yang kemana mana disisi lain "aku mohon jangan lakuin itu, sakitt" kata gadis manis yang sedang menahan sakit dan tangis nya. ______________________________________________________________________________________________________________ "bodoh sekali kalian ini, kalau mau culik tuh jangan basa basi bego, langsung dekeb bawa ke mobil jangan kebanyakan cing cong kalau kerja kalian kek gitu yang ada mangsa kalian kabur" ucap Rara menasehati "sekarang kalian pergi rencanain lagi Mateng Mateng baru balik lagi" lanjut nya dengan bodoh nya 4 orang itu mengangguk dan membawa teman mereka yang pingsan "goblok anying" umpat Rara, sekarang Rara sadar bahwa wanita gila tadi udah disampingnya memandang sendu mobil yang kini kian menjauh "sabar ya buk, belum rejeki nya" kata Rara sambil menepuk nepuk pundak wanita itu, dan wanita gila itu hanya mengangguk pasrah

More details
WpActionLinkContent Guidelines