I am My Enemy

I am My Enemy

  • WpView
    Reads 466
  • WpVote
    Votes 12
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Apr 2, 2020
WpInfo
Fanfic
1Direction
REVISI SUDAH DI UPDATE DARI AWAL! _________________________ 23/09/2019 #3 bohong dari 35 cerita # 24 pertemanan dari 167 cerita # 98 psikologi dari 214 cerita # 67 abg dari 142 cerita Semua orang pasti pernah melakukan kesalahan. Entah itu disengaja ataupun tidak. Sebagian ada yang bisa menerima kesalahan tersebut dengan mengambil hikmahnya dan kembali akrab. Namun tidak dengan Eve. Dia sudah melakukan kesalahan dimasa ABG-nya dan itu bukan tanpa sebab. Tanpa ia sadari, masa lalu yang sebenarnya ia tidak diketahuinya menjadi petaka bagi dirinya selama ia hidup dan pada akhirnya terlalu tenggelam dengan pemikirannya sendiri karna merasa dirinya tidak bisa dimaafkan sekalipun oleh Sang Pencipta. Menatap dengan mata kosong adalah favoritnya, menangis tiba-tiba disetiap tidur siang adalah hobinya, insomnia bahkan tak tidur sama sekali sudah menjadi rutinitasnya, hingga berat badan yang terganggu padahal ia hobi makan. Ia normal. Sangat normal. Ia masih mencinta seorang pria. Tapi, itu membuat dirinya merasa sangat tidak pantas untuk mencintai siapapun. Ia meragu. Apakah Ia bisa menikah? ============= ALERT! Cerita mengandung muatan dewasa! Namun memiliki pesan tersirat khususnya bagi pembaca kalangan remaja. Kisah ini diambil dari kisah nyata dan diberi bumbu-bumbu supaya lebih berwarna. Selamat Menikmati!
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Let Me Be Your Man (Tamat)
  • Kesya ✔
  • Self Injury's(complete)✔
  • Denyut Waktu (TAMAT)
  • One Night Stand [ MewGulf ]
  • Haruskah Mati? √PART LENGKAP [TERBIT]
  • 𝐀𝐓𝐋𝐀𝐍𝐓𝐀 [𝐎𝐍 𝐆𝐎𝐈𝐍𝐆]
  • 🍑Si Yehan and Ye Wanwan (1) (-) 🍑
  • REGATHAN [END]

Hari sudah menjelang petang kala itu. Anggun melangkah tertatih keluar dari gudang sekolah. Tubuhnya terluka, namun hatinya jauh lebih terluka dari yang terlihat. Habis sudah air matanya meruntuki apa yang terjadi padanya. Dia sendiri tidak lagi bisa berpikir, apa yang menjadi salahnya? Semenjak dia menginjakkan kakinya di sekolah ini, yang dia rasakan hanya bullyan, cacian dan hinaan. Apa yang salah dengan dirinya, bahkan Anggun juga tidak tahu. Belum cukupkah semuanya itu hingga dia harus merasakan semua ini? Anggun masih bisa menelan itu semuanya walau terasa sangat sakit baginya. Selama ini dia cukup pintar menyembunyikan apa yang dia alami di sekolahnya pada keluarganya. Tidak! Keluarganya tidak boleh tahu apa yang sebenarnya dia alami di sekolah ini. Keluarganya menaruh harapan besar padanya. Tapi, kali ini, apa bisa dia menyembunyikan semuanya ini? Mereka bahkan dengan tega melecehkannya di gudang itu. Mereka yang dengan tawa dan senyum sadisnya seolah malah menertawakan penderitaan yang dialami oleh Anggun. Mereka bertiga, wajah mereka, dan nama mereka, seolah menjadi mimpi buruk bagi Anggun. Tidak! Tidak hanya mereka bertiga, namun semuanya. Semua yang telah membuatnya seperti ini. Mereka dan semua yang telah mereka lakukan, tidak akan pernah bisa hilang dari ingatannya. Cover by : Canva

More details
WpActionLinkContent Guidelines