Story cover for Masa Lalu by aguszetiawan
Masa Lalu
  • WpView
    LECTURAS 3
  • WpVote
    Votos 1
  • WpPart
    Partes 1
  • WpView
    LECTURAS 3
  • WpVote
    Votos 1
  • WpPart
    Partes 1
Continúa, Has publicado nov 01, 2018
Belum sempat aq mulai Aku yang sekarang mungkin belum layak untuk bersamamu, karena bahuku belum terlalu kuat untuk menjadi tempatmu bersandar, dan lenganku belum terlalu kokoh untuk selalu menggenggamu.Aku hanyalah orang biasa, seperti masyarakat pada umumnya. Aku juga tidak memiliki keahlian khusus ataupun tidak ada yang begitu menonjol pada diriku. Aku hanya seseorang yang berusaha menjalani hidup dengan baik dan benar, setelah sebelumnya aku pernah salah dan tersesat.

Kita berdua punya masa lalu, yang mungkin pernah menorehkan bekas luka dan tanda. Mungkin di hari lalu, kita pernah dengan sangat terjatuh, kemudian mencoba bangkit saat kita benar-benar rapuh. Mungkin kita pernah membuat kesalahan, saat mencoba hal baru yang belum pernah dilakukan. Mungkin kita pernah menangis dalam keheningan, sesaat setelah merasa sangat kehilangan. Mungkin kita pernah merasa ditemukan, ataupun menemukan seseorang yang kita rasa bersamanya adalah rumah. Tetapi kemudian, seiring waktu berjalan, ketidakpastian dan keraguan tiba disela-sela bahagia.
 
Dan itupun Aq yg sllu kau hinakan
Todos los derechos reservados
Tabla de contenidos
Regístrate para añadir Masa Lalu a tu biblioteca y recibir actualizaciones
O
#70tulisanku
Pautas de Contenido
Quizás también te guste
Perjalanan Cintaku...  de winaelvariany
6 partes Continúa
Lika liku perjalanan hidup memang tidak ada yang tau, dan setiap perjalanan pasti kita menemukan jenis orang yang berbeda-beda. Seseorang hadir di kehidupan kita, ada yang singgah menjadi pelajaran hidup dan ada yang singgah lalu menetap, lalu di katakan itu lah teman hidup. Siapa yang tau, akan seperti apa, siapa dan bagaimana pasangan hidup kita. Itu semua sudah di atur oleh Tuhan yang Maha kuasa. Tidak ada manusia yang tak pernah berharap lalu dipatahkan oleh harapannya karna iya lupa bahwa sebaik-baiknya tempat berharap itu hanya kepada tuhan. Berdoa lah dan berharap lah kepada Tuhan jika tidak ingin merasakan sakitnya kekecewaan. ya... aku pernah merasakan itu, kebahagiaan yang hanya sementara. ketika itu aku saat bahagia dengan hadirnya seseorang yang membuat hari ku lebih berwarna. sampai-sampai aku lupa bahwa kebahagiaan didunia ini tidak ada yang abadi. dan pada akhirnya datang lah kekecewaan itu kepadaku , yang membuat hari ku seketika berubah menjadi keterpurukan. ya... aku sadar itu salah ku karna terlalu bergantung dan menaruh harapan yang sangat besar kepada manusia. seperti sebuah tamparan yang tak ada obat nya saat itu. sakit? ya... sakit sekali. dari situlah aq mulai di sadarkan bahwa berharap kepada manusia itu hanyalah awal dari kekecewaan . libatkan lah Tuhan mu dalam hal apa pun maka kamu tidak akan di kecewakan. hingga beberapa bulan aku mulai bangkit dan memulai kisah baru dengan lebih berhati-hati dalam menaruh hati. Kisah ini adalah pengalaman hidup ku yang ingin aku bagikan lewat tulisan ku agar semua orang dapat mengambil pelajaran dari perjalanan hidup ku.
Quizás también te guste
Slide 1 of 9
My All, That Is You cover
Stranger | Orine  cover
Next Day cover
Larasati- Napas Dari Masa Lalu cover
Pura Pura Lupa  cover
[1] Dhiafakhri&Dzirafakhri [COMPLETED] cover
MsS 2 : Ini Aku [ COMPLETED ] cover
𝐒𝐞𝐫𝐩𝐢𝐡𝐚𝐧 𝐀𝐬𝐭𝐚𝐦𝐚𝐥𝐚│〚𝐓𝐀𝐌𝐀𝐓〛 cover
Perjalanan Cintaku...  cover

My All, That Is You

15 partes Concluida Contenido adulto

Kamu yang telah mengikat ku, Dan tak pernah menamakan ikatan itu. Kamu yang melukis bahagia untuk ku, Tapi enggan menjadi bagiannya. Kamu yang menangkap ku saat jatuh, Dan hilang saat aku berkilau. Kamu yang mengabaikanku, Tapi bisa memahami hidupku lebih baik dari ku. Apa yang kamu lakukan? Bukankah aku tak pernah terbalas oleh mu.tapi mengapa membuat ku seperti orang gila yang selalu merindumu. Sadarkah kamu? Hidup mu tak lagi menjadi milik mu tapi milikku.bukan kah kamu yang dari awal mengikat ku.aku tak peduli lagi dengan ocehan pedas mu yang membantah semuanya. Kamu cukup tahu, Segalaku, itu kamu. Bukan lagi cinta, tapi lebih dari itu tentang kita.