Ku minta di 1/3 Malamku

Ku minta di 1/3 Malamku

  • WpView
    Reads 29
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Nov 2, 2018
WpInfo
Non-Fiction
Tagshijrah
Bagaimana jadinya jika tanpa kamu sadari rasa yang biasa namakan cinta muncul dihatimu dan orang itu adalah sahabatmu sendiri? Dan sebelum kamu mengungkapkan rasa itu, sang sahabat terlebih dahulu mengungkapkannya. Tapi karena suatu alasan kalian tidak bisa bersama. . . "Aku mencintaimu. Tak ku ketahui kapan rasa itu ada. Tapi untuk rasa ini biarkan menjadi urusanku. Aku mencintaimu, tapi aku lebih mencintai-Nya dan menjaga persahabatan kita." Aleesha Devina . "Aku terlalu cepat dalam menyimpulkan rasa. Aku tidak mencintainya. Aku mencintai seseorang yang selalu membantuku selama ini. Dia, perempuan sederhana yang berhasil membuatku kalang kabut ketika tak ku ketahui kabarnya selama beberapa tahun belakangan ini." Fikram Arsena . .
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Mahligai Sunyi
  • Relativitas Pilihan Hati
  • LELAH
  • DEAR LOVE (ERNANDO ARI SUTARYADI) (SUDAH TERBIT)
  • Cinta dan Takdir Rania [End]
  • Ternyata Takdirku adalah Kamu
  • Campus Love Story
  • I'M IN LOVE
  • Jatuh Cinta Lagi

Novel "Mahligai Sunyi": Senja mulai menua di balik jendela kaca, membiaskan cahaya jingga yang merayap perlahan di sudut ruangan. Aku duduk dalam diam, menatap kosong pada cangkir teh yang tak lagi mengepul. Aroma melati yang biasa menenangkan kini terasa hambar di inderaku. Aku terjebak dalam pusaran pikiranku sendiri, menggenggam kenyataan yang pahit namun tak bisa kutolak. Aku pernah percaya bahwa cinta adalah tentang memilih satu orang, bertahan dengannya dalam segala cuaca, dalam segala luka. Namun, kini aku mengerti bahwa terkadang, cinta juga berarti kehilangan-kehilangan harapan, kehilangan rasa percaya, bahkan kehilangan diriku sendiri dalam labirin luka yang diciptakan oleh seseorang yang seharusnya menjagaku. Arion adalah cintaku, atau setidaknya pernah menjadi. Aku mempercayainya lebih dari yang seharusnya, mencintainya lebih dari yang pantas. Namun, cinta saja tidak cukup untuk mempertahankan sebuah rumah tangga. Tidak cukup untuk menghindarkanku dari rasa sakit yang berkali-kali ia hadiahkan. Tidak cukup untuk membuatnya berhenti mencari bahagia di tempat lain. Aku telah memaafkan, berkali-kali. Aku telah memberi kesempatan, hingga tak tahu lagi batas dari kata "cukup." Tetapi, sampai kapan aku harus terus bertahan? Sampai kapan aku harus mengorbankan kebahagiaanku sendiri demi menjaga sesuatu yang terus menerus hancur? Dan di sinilah aku, berdiri di persimpangan. Antara bertahan dengan luka atau pergi dengan sisa-sisa keberanian yang kupunya. Aku tidak tahu bagaimana akhir dari kisah ini. Yang kutahu, aku hanya ingin menemukan kembali diriku yang telah lama hilang.

More details
WpActionLinkContent Guidelines