Selat Mediterania

Selat Mediterania

  • WpView
    Membaca 1,273
  • WpVote
    Vote 178
  • WpPart
    Bab 22
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sel, Des 31, 2019
Hiatus tanpa batas =========== =========== "Gue nggak tau harus bilang apa lagi. Gue ngajak kesini karena gue pengen nunjukin, nggak semua yang dipertemukan akan dipersatukan" gadis itu menatap lembut pada seseorang yang kini sudah menjadi mantan kekasihnya. "Seandainya tuhan mengizinkan. Gue bakal berusaha buat minta izin itu biar kita bisa dipersatukan. Gue janji bakal perbaikin semuanya" Ucapnya meyakinkan gadis dihadapannya. "percuma Kan, semuanya udah hancur. Kita berpisah disini. Seandainya kita bakal dipersatukan. Aku yakin kita akan dipertemukan kembali dan bersatu juga ditempat ini" dia menatap putus asa pada seseorang didepannya. "Gue duluan" Ucapnya sebagai salam perpisahan. Apakah mereka akan kembali lagi? Akankah pertemuan itu terjadi lagi? Kenapa mereka tak bisa dipersatukan seperti dulu lagi? Apa yang sudah diperbuat seseorang bernama Arkan hingga mantan kekasihnya, Kia tak ingin kembali seprti dulu lagi? Jawabannya ada di dalam cerita ini. Tapi inget, vote, komen, share sama follow nya jangan ketinggalan! Selamat membaca!!!!
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#81
aboutme
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • CLOSER
  • Tell Me Why?
  • Semu [Completed]
  • False Hopes
  • GERA (SUDAH TERBIT)
  • Another Goodbye (The Other Side 2)
  • LENRIC [ALBERIC2]
  • Ay & Ar
  • OUR PROMISE
CLOSER

[ON GOING] *Fiksi Remaja [15+] Lebih dekat karena pertemuan. Hadirnya tidak terduga mengisi bagian dari kisah nyata dunia. Aku kira hanya sekedar lewat, ternyata malah semakin mendekat. Entah akan bertahan lama atau hanya sebagai bagian dari cerita hidup saja. _____ Aku hidup dalam kepura-puraan dengan suasana kelabu, bahkan dengan teka teki yang terus membelenggu. Diriku sendiri susah memahaminya apalagi kamu, Kania. Berhentilah karena aku hanya membawa luka tanpa bisa menyembuhkannya. ~Ragil Araga~ Aku sudah terbiasa terluka dan kecewa, jadi tidak perlu membicarakannya. Jangan terlalu mendorongku pergi, karena bisa jadi aku adalah jawaban dari semua teka teki yang sedang membelenggumu kini. ~Kania Sukma~ _____ *Maaf jika cerita ini masih memakai latar dan waktu masa remaja yang duduk di bangku SMA. Sangat membosankan bukan? Tapi cobalah untuk membaca prolognya, siapa tahu sangat penasaran apa yang ada dalam epilognya. Semoga saja berkenan membaca. Terima kasih atas perhatiannya. *I created my story just for fun. If you vote and comment, i'll be very grateful. *Cerita pertama yang aku buat di wattpad. CHECK IT OUT!!!!!

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan