Merajut Hati Yang Luka

Merajut Hati Yang Luka

  • WpView
    Reads 1,212
  • WpVote
    Votes 168
  • WpPart
    Parts 38
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Aug 2, 2020
"Masa depan? Bahkan gue udah ngeraguin masa depan gue."~Diandra - - "Hidup itu mengharuskan kita untuk berbagi, entah itu kesenangan ataupun kesedihan."~Teresa - - "Setiap orang memiliki jatah sakit dan bahagia masing-masing. Ketika lo merasakan sakit di hidup lo, artinya lo semakin deket sama kebahagiaan lo. Seseorang gak akan selamanya sakit atau bahagia, semuanya adalah garis yang udah ditentuin Tuhan di hidup kita." ~Arga Story about Heart💕 #MyFirstStory💐 Dont forget to Voment warning Typo berkumpul saran butuh banget😉 Jangan berharap apapun sama cerita ini Karena aku tuh mageran Jadi mohon maklum yaa Kalo mau cepet up coment+vote yang rajin yaa😘
All Rights Reserved
#55
diandra
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Rumah Tanpa Pintu [ON GOING]
  • Rendra & Lila [END]
  •  HAZELA
  • Ay & Ar
  • ANOTHER JOURNEY | Spin-off IN THE END ✔
  • Everything Has Changed
  • Broken ?
  • Kembar Berbeda || Haechan [TERBIT]
  • ANANTA [COMPLETED]
  • YEON ^26^

"Aku yang bakal bawa Dhega." "Kamu gila, Bayu? Kamu gak mikirin anak-anak? "Aku atau kamu yang gila? Aku atau kamu yang nggak mikirin anak-anak?" Sedari ia kecil sang ibu selalu memarahinya dengan alasan jika ia harus berguna dan tidak merepotkan orang lain. Ibunya yang selalu meremehkan hal-hal kecil yang ia lakukan, ibunya yang selalu mementingkan dan mengutamakan sang anak pertama. Dunianya kala itu harusnya hanya tentang bermain, malah ikut andil dalam permasalahan orang dewasa. Dan naasnya, ia harus melihat kedua orang tuanya yang memilih untuk berpisah. membuat dirinya harus ikut dengan sang ayah. Semesta Radhega yang tidak ingin melulu menjadi akhir, ia juga ingin menjadi yang utama, yang selalu diprioritaskan ibunya. "Begitu sulit menyuarakan luka, saat mereka terus-menerus mendesakmu untuk sempurna."

More details
WpActionLinkContent Guidelines