Bunga Tidur Si Gadis Pemimpi

Bunga Tidur Si Gadis Pemimpi

  • WpView
    Reads 47
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadComplete Sat, Mar 30, 2019
Tak lama, badai datang dengan dahsyatnya memporak-porandakan segalanya dan memadamkan api. Tanah bergejolak dan menelan segala yang ada di atasnya. Hujan deras yang turun di atas tanah baru itu seperti menggemburkannya lagi. Tahun demi tahun silih berganti negeri itu terlahir kembali tanpa penghuni tetapi menyembunyikan segala kekayaannya di dalam tanah subur berkat dari Tuhan. . . . . . Sebuah kisah pendek ala-ala cerita rakyat yang dibuat tengah malam. Selamat menikmati~ Kritik, saran, hujatan, pujian semua Insya Allah diterima dengan lapang dada. Maafkan kalau masih ada typo yang terlewat, cerita ini belum sempurna. Kalau sempurna berarti yang ngetik bukan manusia. (゜-゜)
All Rights Reserved
#90
ceritarakyat
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ellie's Redamancy
  • RENJANA⚜ ✔
  • Raina Maramitha
  • Lonely Night [END]
  • Dalam Rintik yang Sama
  • Kesempatan Kedua
  • Seribu Candi untuk Roro Jonggrang (On Going)
  • BUNGA KEMBALI
  • SINGASARI, I'm Coming! (END)
  • 👑 SANG PANGERAN 👑

-Redamancy- A love returned in full; Ini tentang isi hati seorang gadis Belanda yang ditinggal oleh laki-laki yang selalu mengisi penuh hatinya. Ia membenci pribumi, namun ia tergila-gila pada laki-laki yang memiliki setengah darah pribumi dalam dirinya; Hoesni. Elizabeth harus menelan pahit kenyataan cintanya tak pernah berbalas, memaksakan diri untuk melupakan laki-laki itu dan menikah dengan seorang pengusaha kaya raya berkebangsaan Belanda di Bandoeng. Namun ternyata ia tak hanya membenci inlander, ia juga membenci suaminya. Ia gagal memperbaiki retak yang ada di hatinya. Ia tak lagi percaya cinta, ia tak lagi percaya kebaikan Tuhan. Dengan segala kebencian yang ia miliki terhadap para inlander dan bangsanya sendiri, siapa sangka seorang laki-laki bumiputera yang bekerja sebagai tukang kebun di rumah suaminya hadir dan mulai mengisi segala retak yang ada? Kini Elizabeth turut membenci takdir yang diberikan Tuhan kepadanya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines