Blurb :
"Maukah Kau menjadi istriku Humaira?" Ucap Ilham kepada Humaira.
Dapat terlihat, Humaira begitu kagetnya mendengar ucapan seorang laki-laki yang baru ditemuinya saat ini. Semuanya masih tampak abu-abu dimata Humaira. Dia terdiam. Namun, di detik berikutnya ...
"Apa yang membuatmu ingin menjadikanku sebagai istrimu?" Tanya Humaira dingin.
"Aku mencintaimu Humaira. Sungguh, aku mencintaimu karena Allah SWT," jawab Ilham meyakinkan. Hal itu terbukti dari tatapan matanya yang tajam.
"Bagaimana mungkin aku bisa membalas cintamu? Sedangkan, aku sudah tidak percaya lagi dengan cinta?"
Ucapan Humaira menusuk relung hati Ilham. Ia tak menyangka, kalau Humaira yang ia kenal beberapa tahun yang lalu dapat berkata seperti ini. Sungguh, semua ini diluar dugaanya.
Apakah Humaira sudah berubah?
Tanpa dapat dicegah, Humaira pun pergi meninggalkan Ilham di sela-sela titik kesedihannya sebagai seorang lelaki. Mungkin memang benar, Humaira sudah berubah.
Namun, apa yang membuat perempuan itu berubah? Hal ini masih abu-abu dimata Ilham. Ia belum menemukan benang merah apa yang menyebabkan Humaira berubah begitu drastisnya. Hal itu telah tampak dari apa yang telah perempuan itu kenakan saat ini.
Mungkin, memang sekarang Kau belum mencintaiku. Namun, Allah SWT Maha membolak-balikkan hati. Dan semoga saja Allah memberikanmu rasa cinta lagi. Terlebih, untuk mencintaiku, Humaira ...
All Rights Reserved