Humaira
  • WpView
    Reads 76
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jan 4, 2019
WpInfo
Fiction
Social Themes
Blurb : "Maukah Kau menjadi istriku Humaira?" Ucap Ilham kepada Humaira. Dapat terlihat, Humaira begitu kagetnya mendengar ucapan seorang laki-laki yang baru ditemuinya saat ini. Semuanya masih tampak abu-abu dimata Humaira. Dia terdiam. Namun, di detik berikutnya ... "Apa yang membuatmu ingin menjadikanku sebagai istrimu?" Tanya Humaira dingin. "Aku mencintaimu Humaira. Sungguh, aku mencintaimu karena Allah SWT," jawab Ilham meyakinkan. Hal itu terbukti dari tatapan matanya yang tajam. "Bagaimana mungkin aku bisa membalas cintamu? Sedangkan, aku sudah tidak percaya lagi dengan cinta?" Ucapan Humaira menusuk relung hati Ilham. Ia tak menyangka, kalau Humaira yang ia kenal beberapa tahun yang lalu dapat berkata seperti ini. Sungguh, semua ini diluar dugaanya. Apakah Humaira sudah berubah? Tanpa dapat dicegah, Humaira pun pergi meninggalkan Ilham di sela-sela titik kesedihannya sebagai seorang lelaki. Mungkin memang benar, Humaira sudah berubah. Namun, apa yang membuat perempuan itu berubah? Hal ini masih abu-abu dimata Ilham. Ia belum menemukan benang merah apa yang menyebabkan Humaira berubah begitu drastisnya. Hal itu telah tampak dari apa yang telah perempuan itu kenakan saat ini. Mungkin, memang sekarang Kau belum mencintaiku. Namun, Allah SWT Maha membolak-balikkan hati. Dan semoga saja Allah memberikanmu rasa cinta lagi. Terlebih, untuk mencintaiku, Humaira ...
All Rights Reserved
#19
humaira
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Assalamualaikum Imamku
  • MELEPAS HARAP | Complete
  • WANITAKU,HUMAIRA [TAMAT]
  • PENANTIAN (Sudah Terbit)✅
  • Imam dari Sepertiga Malam
  • Kupinang Kau Dengan Sholawat (END)
  • senja di matamu
  • Diam Yang Terpilih
  • Cinta Sabilla | √
  • Lentera Humaira ✔

[cerpen spiritual] ~~ Suamiku, Aku sangat bersyukur kepada Tuhan telah mengirimmu untuk menjadi penggenap imanku. Ketika aku datang dengan berjuta kekurangan, kamu melengkapi dengan segenap yang kamu miliki. Suamiku, Aku tahu. Aku bukan perempuan sempurna. Tapi izinkan aku menjadi istri yang bisa berbakti terhadap suaminya dan juga kedua orang tuanya. Aku ingin mencintaimu dengan cara yang baik dan selalu berdoa untuk mendapatkan ridhoNya. Suamiku, Aku suka dengan caramu memperlakukanku. Ketika diri ini berbuat sesuatu yang salah, kamu tidak memarahiku. Kamu justru membimbingku. Aku tidak menyangka bisa mendapatkan lelaki sepertimu. Tuhan baik sekali ya padaku? Kamu lelaki terhebat setelah ayahku. Suamiku, Terimakasih sudah memilihku menjadi pendampingmu. Kamu itu unik. Tapi kamu jahat. Dulu kamu selalu membuatku terus-terusan memkirkanmu. Padahal waktunya belum tepat, tapi itulah kamu. Selalu saja berhasil masuk dalam bayang-bayang pikirku. Suamiku, Aku perempuan yang beruntung bukan? Bisa mendapat lelaki sepertimu, cinta pertama dan terakhirku. Sudah kubilang. Tuhan baik sekali padaku, sampai-sampai tidak ada kata yang bisa menggambarkan bagaimana bahagianya aku. Iya kamu. Kekasih halalku, imam dunia akhiratku.

More details
WpActionLinkContent Guidelines