Story cover for Sembilan by FazaFauzan3
Sembilan
  • WpView
    LETTURE 1
  • WpVote
    Voti 0
  • WpPart
    Parti 1
  • WpView
    LETTURE 1
  • WpVote
    Voti 0
  • WpPart
    Parti 1
In corso, pubblicata il nov 02, 2018
Risa memanglah seorang wanita yang aku kejar semenjak kami duduk di bangku SMP. Hingga sekarang perasaan ini tidak pernah berubah. Dia memang sesuatu bagiku pada setiap titik khayal berdua bersamanya. Namun bukan begini caranya, Risa datang dalam keadaan yang sangat tidak terduga. Keadaan yang tidak pernah aku pikirkan sebelumnya. Hingga akhirnya aku harus menentukan sebuah pilihan. Meninggalkan seluruh kehidupanku, mimpiku, cita citaku, keluargaku dan segala galanya demi seorang wanita. Risa.
Tutti i diritti riservati
Iscriviti per aggiungere Sembilan alla tua libreria e ricevere aggiornamenti
oppure
Linee guida sui contenuti
Potrebbe anche piacerti
Potrebbe anche piacerti
Slide 1 of 8
When his name is cover
Luka dan Cinta cover
Masih [TELAH TERBIT] cover
Pages cover
Manis Dan Jutek cover
Cold couple  cover
Waria  cover
TERSENYUM DIANTARA RERUNTUHAN {END} cover

When his name is

22 parti In corso

sinopsis: "Aku milikmu, ingat itu." Aku bertemu dengannya-dan saat menatap matanya, semua luka lama terasa seperti baru kemarin. Kami bukan orang asing. Kami adalah dua jiwa yang pernah saling memiliki, lalu membuang ribuan kenangan dan mimpi seakan semuanya tak berarti. His name is Benedictus. "Dia adalah masa laluku... dan juga yang terakhir bagiku," ujar Angelz saat bicara pada Chris-teman yang selama ini diam-diam mencintainya dari kejauhan. Chris tahu, cintanya mungkin tak akan pernah terbalas. Bukan karena dia tak cukup baik, tapi karena bayangan masa lalu Angelz terlalu kuat untuk dilupakan. Lalu, ketika masa lalu dan masa kini bertabrakan, akankah Angelz tetap memilih luka yang familiar... atau cinta yang diam-diam tumbuh dengan tulus? ________________________________________ prolog: Aku lupa kapan terakhir kali memeluknya-mungkin saat langit masih tahu cara bersinar di mataku, sebelum semua berubah jadi abu-abu. Dia berdiri di depan ku sekarang, seperti mimpi buruk yang kembali mencari tempat tinggal. Tapi bukan karena aku takut... aku hanya belum siap mengingat betapa dalamnya luka yang pernah kami ciptakan bersama. Namanya Benedictus. Dan sekali lagi, dunia menuntunku ke arah yang selama ini ku coba lupakan. "Angelz," suaranya tak berubah. Aku menunduk. Karena sekuat apa pun aku menyangkal... sebagian dari diriku masih miliknya.