Story cover for Melisa Cristiyan Berbeda  by EndangAmeliyana
Melisa Cristiyan Berbeda
  • WpView
    Reads 253
  • WpVote
    Votes 26
  • WpPart
    Parts 6
  • WpView
    Reads 253
  • WpVote
    Votes 26
  • WpPart
    Parts 6
Ongoing, First published Nov 02, 2018
Hai Kalian Apa Kabar?! 
 Puji Syukur Atas Kehadirat Allah Swt Yang Selalu Melimpahkan Rahmatnya Kepada Kita Semoga kalian baik baik saja ya. Di Kesempatan Kali Ini Aku Akan Menceritakan kisah 2 Remaja Yang Saling Mencintai Tapi Terhalang Dengan Kepercayaan Masing-Masing Sebut Saja Nama Tokoh Perempuan Adalah "Melisa" dan Tokoh Laki- Laki Adalah "Cristiyan".Dalam Cerpen ini Nama Tokoh Sengaja Di Samarkan Agar Tidak Terjadi Konflik. Jangan Lupa Baca Cerpen Ini Sampai Habis. Dan Untuk Yang Sudah Baca Aku Ucapkan Banyak Terimakasih:)

                                                                                                             Penulis Cerita                                                                                                 Endang Ameliyana
All Rights Reserved
Sign up to add Melisa Cristiyan Berbeda to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 10
Rakeyan (On Going) cover
Perjalanan Cinta Seorang Mualaf cover
HALAL LOVE STORY cover
PESAN UNTUK RAYAN cover
day with him cover
Twilight and Memories [TERBIT]✓ cover
Berawal Mengagumi Atau Di Memiliki  cover
Badai Tak Berujung [ON GOING] cover
pahitnya kopi. cover
It's You cover

Rakeyan (On Going)

2 parts Ongoing

"Hanya kisah sederhana dua insa manusia yang di satukan oleh cinta, namun di bedakan oleh agama" Rakeyan... Dibalik senyumannya yang indah, ia menyimpan beribu-ribu rahasia dalam hidupnya. Laki-laki yang jatuh cinta pada gadisnya dengan sangat bebat. Laki-laki yang menaruh seluruh perasaannya pada gadis cantik yang bersebrangan tentang keyakinan. Cinta mereka abadi, namun mereka selalu di uji. Disini. Mereka harus memilih antara cinta atau tuhan, antara keyakinan hati dan kewajiban agama, antara memilih keluarga atau mengikhlasan rasa itu hilang dengan sendirinya.