Eline
  • WpView
    Reads 308
  • WpVote
    Votes 58
  • WpPart
    Parts 12
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Apr 17, 2020
Eline, gadis yang setiap harinya selalu merasa tertekan, tidak pernah di anggap ada oleh ibunya, selalu di olok-olok oleh temannya karena dirinya yang tidak seperti teman-teman yang lainnya, seragam yang lusuh, sepatu yang sudah tidak layak pakai, tas yang sudah rusak dan kaos kaki yang sudah menguning. Gadis yang seharusnya merasakan masa-masa yang amat teramat bahagia, malah sebaliknya. Merasa tertekan, hari-harinya dipenuhi oleh masalah dan masalah. Entah itu masalah keluarga ataupun yang lainnya. Gadis yang kehilangan seluruh warna di hidupnya. Gadis yang sangat penyabar menghadapi semua tantangan dan rintangan yang ia lewati semasa hidupnya. Eline berharap, mentari segera terbit.
All Rights Reserved
#44
tertekan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Salina
  • Alphabet
  • Stay here with me (On going)
  • About Meet (COMPLETED)
  • Break! (Terimakasih Tuhan, dia begitu indah)
  • Boomerang ( Completed )
  • AKSA
  • Kembali [T A M A T]
  • Miracle (Completed)
  • Bad Girl  [SUDAH TERBIT]
Salina

[LENGKAP] Hidupnya nyaris sempurna bagi siapa saja yang melihat dari luar potret kehidupannya. Salina Elira, anak bungsu dari pemilik perusahaan ternama, memiliki kakak laki-laki super penyayang, sahabat-sahabat setia juga kekasih yang tak kalah luar biasa. Namun hidupnya harus mencicipi nestapa, diseret derita, ia dipeluk erat prahara setelah perselingkuhan Ayahnya hampir dua tahun ini menghantui keharmonisan keluarganya. Ibunya nyaris gila, namun sulit bagi Salina memahami mengapa Ibunya masih kokoh bertahan diinjak-injak Ayahnya yang terang-terangan menunjukkan sikap tidak lagi cinta. Salina hancur hampir lebur menyaksikan setiap hari Ibunya menelan habis pil penenang, belum lagi Ayahnya yang entah malas pulang dan sibuk dengan perusahaan dan wanitanya. Sahabat-sahabatnya selalu ada, meski ia enggan bercerita. Salina paham, mereka mengerti dan memahami keadaan Salina. Kekasihnya pun demikian, meski pada akhirnya, terkuak luka lain, rahasia besar, yang hampir meluruhkan sikap optimisnya pada kebahagiaan. Ia dihajar keadaan, dipermainankan masa, diinjak-injak kenyataan. Salina putus asa, hilang harapnya pada bahagia. Ia tidak berani lagi mendamba pereda, sebab satu-satunya penawar luka yang ia punya pun dengan tega menggoreskan belati ke dasar hatinya. Cover by Pictures For You Id : @ted3530r

More details
WpActionLinkContent Guidelines