We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Dari Aira Untuk Alizio

Dari Aira Untuk Alizio

  • WpView
    Reads 20
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Nov 21, 2018
WpInfo
Fiction
Romance
"Tuan muda!" Alizio membalikan tubuhnya saat seseorang dengan suara lantang meneriakinya. Seorang gadis cantik berhijab berlari kearahnya dengan air mata yang membasahi kedua pipinya. Sampai Alizio dikejutkan dengan pelukan mendadak dari gadis itu. "Tuan apakah salah saya mencintai tuan muda? Apakah salah gadis miskin seperti saya mengharapkan permata seperti tuan? Apakah salah gadis tidak semenarik saya mengharapkan pendamping yang sempurna seperti tuan?" Alizio masih diam. Nafasnya memburu. Antara marah, kasian, dan sakit. Alizio juga tidak tahu mana perasaan yang dominan. "Kenapa tuan muda tidak bisa membalas perasaan saya. Karena saya miskin, jelek, pendek dan tak berpendidikan? Jika semua itu alasannya. Untuk apa hati ini diciptakan?" "Maafkan saya nona coffee. Saya sudah dijodohkan. Dan saya tidak bisa menolak perjodohan itu." Ucap Alizio seraya melepas pelukan dari Aira. "Kenapa? Katakan kepada saya jika tuan muda tidak menyukai wanita itu? Kumohon, tatap mataku," Alizio mengalihkan tatapan matanya untuk meyakinkan hatinya. "Saya menerima perjodohan ini, karena saya mencintai wanita itu," Setelah mengucapkan itu Alizio berlalu meninggalkan hati Aira yang hancur.
All Rights Reserved
#19
sya
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • KAKEL, I LOVE YOU
  • (menuju) Jodoh Halalku [TAMAT]
  • troublemaker VS ketos! ✔
  • Si Kembar Latif & Alfa|END| Sudah Terbit & Stok Sudah Tersedia|
  • Arsalan Sa'ad Al-Malik
  • Bintang Dilangit Senja
  • Laura Lateranita Putri Victor
  • Allya Theo Perjodohan? [On Going♡]

Ka. Emm. I Love You." ucap Alicia yang sekarang sudah berdiri di hadapan ku. Tanpa ku rasa jantung ku berdetak kencang saat ini. "Maaf. Aku tidak bisa." jawab ku singkat. Kemudian aku pergi meninggalkan gadis itu yang baru saja mengungkapkan perasaan nya. Aku tahu jika diriku telah menyakiti hatinya. Bahkan aku menangkap ketulusan hatinya. Tapi aku pun menolak perasaan nya. Karena aku tidak memiliki perasaan apapun apa lagi tentang perkataan papa tentang perjodohan. "Hiks.. Hiksss. Sakit rasanya. Hiks.. Ka Putra hiks." isak nya. Aku mendengar isakan gadis itu. Karena setelah aku menolak perasaan nya, aku sempat berdiri di pintu sebelum aku benar-benar pergi. "Maaf." *Alicia Arleta Wijaya *Putra Septian Nugroho.

More details
WpActionLinkContent Guidelines