TAWA RIA "PUTIH ABU ABU"

TAWA RIA "PUTIH ABU ABU"

  • WpView
    Membaca 43
  • WpVote
    Vote 6
  • WpPart
    Bab 2
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Rab, Nov 7, 2018
Hanya seorang penulis pemula,yg menulis di desa paling timur kec Bawang dibawah kaki gunung perahu ditemani suara jangkrik dan suara cicak yang saling berbunyi seperti orang mau bertengkar. (Irvail )
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#10
kampret
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Wayang Jimat
  • Ratapan seorang JONES!
  • KKN desa Penari (Selesai)
  • Deon Memiliki Paman
  • Tulisan pertamaku
  • ꏂ꒒ꍌ꒐꓄{𝓰𝓮𝓵𝓲}[HIATUS]
  • MANUSIA DONAT; SEBUAH PROYEK TERBENGKALAI
  • only you ( liying)
  • the truth untold. ✓

"Kau tahu, rasanya dikuliti pelan-pelan? Selembar pembungkus ragamu itu dikelupas, menyisakan daging yang masih kemerahan. Kau tak bisa menangis atau menjerit ... hanya rasa perih, panas, dan ribuan dendam yang menggumpal." Anjas, Bania, dan Cokro terhenyak. Niat ketiganya hanya melakukan penelitian. Tidak lebih. Lalu jika mereka harus berhadapan dengan sesuatu yang tak terprediksi sebelumnya, haruskah mereka berbalik dan lari menghindar atau harus tetap bertahan menghadapi semua, dengan taruhan ... NYAWA! "Kau tidak bertanya kenapa aku bisa bercerita?" Sosok itu menengok dengan gerakan ganjil. "Karena sukmaku belum lepas sempurna!"

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan