Between the Two of Love

Between the Two of Love

  • WpView
    Reads 75
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Sep 23, 2019
Shevva gadis ceria yang dihadapkan dengan banyak masalah dihidupnya sama sekali tidak membuatnya kehilangan keceriaan, Shevva memepunyai teman yang baik bernama Daviandra, Shevva hanya menggapnya sebagai sahabat tetapi apa jadinya kalau Daviandra mempunyai perasaan lain terhadap Shevva??? -Daviandra Dia cantik, senyumnya begitu manis, matanya hijau seperti telaga. Gue rasa Gue jatuh cinta sama dia saat pandangan pertama. -Shevva Dia Manis tapi gue punya Andrian, senyumnya adalah Candu buat Gue, Gue nyaman sama dia, tapi gue punya Andrian, gue gak tau perasaan gue akhirnya kemana -Andrian Mungkin caraku salah memperjuangkan dia, mungkin gue kurang perhatian sama dia, gue juga gak tau apa yang harus gue lakuin sekarang, Gue sayang dia tapi gue bingung gimana cara mengungkapkannya.
All Rights Reserved
#404
pilihan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Vericha Aflyn ✔️
  • Ex-Bestfriend
  • ALTHAF
  • AnDeVanZi
  • Dua Sisi (TAMAT)
  • To Heal
  • {LOVE ENDS HAPPILY}
  • Vandra [Completed]
  • ADARA
  • Juan [REVISI]

#Judul awal 180 degree.# Vericha Aflyn. Perempuan yang akan menginjak usia 17 tahun, dalam beberapa bulan lagi. Dia bukan perempuan yang haus akan popularitas, bukan pula perempuan polos. Dia hanya perempuan biasa-biasa saja, dengan kisah yang tak biasa. Dia hanya perempuan biasa, yang mendambakan bahagia. Orang baru dan cerita baru, menghiasi hari-harinya. Tuduhan, siksaan, dan cibiran ia dapatkan. Mampu kah dia bertahan? Atau harus menyerah dengan keadaan? ---------- "Jangan pergi! Ini perintah, bukan permintaan!" Icha kembali menutup matanya, membuat air mata yang tertahan di pelupuk matanya terjatuh. Dadanya semakin terasa sesak, mungkin kah dia bisa bertahan? "H-hanya sebentar!" pinta Icha dengan lemah. "Lo harus janji, bakalan bangun lagi!" Setelah itu Icha hanya mengangguk, lalu bersandar di dada Isan. "Lo y-yang harus bangunin gue." Isan mengelus rambut Icha lembut, hati Isan terasa di cubit, saat dia dapat mendengar suara nafas Icha yang teratur. Isan meraih tangan kanan Icha, dan langsung menempelkan di dadanya. Mencoba memberi tahu Icha, tentang keadaan hatinya. Tak berselang lama, Isan di buat terkejut. Debaran jantungnya terasa berhenti, dengan nafas yang tercekat. Tangan Icha jatuh begitu saja di pahanya, nafasnya pun terputus-putus. Isan menggelengkan kepalanya dengan air mata yang sudah bercucuran. Dia dekap erat tubuh Icha, menahannya agar tak pergi. Matanya menatap hamparan bintang, dan indahnya bulan. Memohon keajaiban, dan meminta kesempatan. Isan berteriak lantang, menyerukan nama Icha. Memanggilnya untuk kembali. "ICHA!!"

More details
WpActionLinkContent Guidelines