Di dalam raga ada jiwa, dia ada selamanya utuh dalam tubuhku, berapa kalipun menipunya, dia tetap sama ketika aku membuka mata untuk pertama kalinya melihat dunia.
Selamanya Raga adalah cinta pertama dan satu-satunya dihatiku...tapi kenapa tunanganku sibrengsek Wega akhir-akhir ini selalu memenuhi pikiranku membuat aku tak bisa membedakan lagi mana cinta mana benci...sebenarnya dimana letak cinta sejati? dikepala atau dihatiku...terlalu egois bila aku mau keduanya...tapi hidupku tak lengkap bila salah satu dari mereka tak ada..