We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
De Controller

De Controller

  • WpView
    Reads 10
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadComplete Fri, Nov 16, 2018
WpInfo
Fiction
Fantasy
Kesya mengira perjalanan nya untuk melakukan penelitian ke inggris akan berjalan lancar, namun sesampainya dia di inggris ia mengalami kesulitan. Ia mendapati bahwa daerah yang ia teliti adalah daerah yang sangat terpencil,ditambah lagi ia bertemu dengan sosok pria tampan yang menyelamatkannya dari sebuah monster yang datangnya entah dari mana. Pria tampan itu membawanya ke dunia yang aneh, dimana waktu tak berjalan dimana ia diperkenalkan kepada anak anak peculiar lainnya. Kesya merasa bahagia karna buku cerita yang sering dibaca mamanya benar asli adanya. Namun anehnya disana tidak terlihat emma kekasih jake, dan anak-anak peculiar tersebut bersifat berbeda dari yang tertulis dibuku. Mereka memaksa kesya untuk tinggal didunia mereka, tapi bagaimana dengan keluarga??dan tunangan kesya? Apakah kesya harus meninggalkan mereka disaat dia mulai menyadari bahwa ia mulai jatuh cinta pada sosok yang seharusnya tak pernah ada, ditambah pula semakin berjalannya waktu semakin terbongkarnya rahasia yang selama ini disembunyikan keluarganya. Cerita ini penuh keanehaaaan Abjajabsksosbajkshxbnz
All Rights Reserved
#126
nata
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • C
  • Mythology Universe (1) : HIRAETH
  • Meneroka Jiwa 2
  • Meneroka Jiwa
  • Regulation of Vampire [END-Part Masih Lengkap]
  • TRANSMIGRASI 3 SAHABAT (TAMAT)
  • Ever After
  • Luna Of The Wolves (Completed)
  • dimana janji tersebut
  • 𝐇𝐞𝐥𝐥𝐨, 𝐰𝐞𝐥𝐜𝐨𝐦𝐞 𝐡𝐨𝐦𝐞
C

"Drama banget hidup gue. Bahkan sinetron azab pun tidak semenyedihkan ini, sial." Gadis itu menunduk, melihat ke bawah dengan tatapan kalut. Kemudian ia menatap ke atas langit, hujan, tak ada bintang. Hanya ada langit gelap yang sesekali menjadi begitu terang karena kilatan petir. "Mak, kenapa nggak ajak Clara sekalian, sih?" lirih gadis itu membiarkan air hujan menerpa wajahnya yang penuh luka lebam. Bahkan tetesan air di tangannya berubah menjadi kemerahan, bercampur dengan darah. Ia tak menangis, lebih tepatnya sudah lama ia tidak bisa menangis. Sebelum memutuskan keluar di tengah hujan lebat, ia menikmati kesendirian yang menyakitkan di emperan ruko tak jauh dari jembatan ini. Sendiri yang begitu sakit karena dadanya yang sesak dan tangannya yang tak berhenti mengeluarkan darah yang bersumber dari sayatan yang ia buat sendiri. Ia kembali menundukkan kepala. Memejamkan mata erat, membiarkan rasa sakit fisik dan mentalnya bersatu dengan gumuruh suara petir. Mungkin, ini terkahir kalinya ia menikmati rasa sakit itu. Karena ia memilih untuk, menyerah. "Lo gila?!" Gadis itu membuka kembali matanya, tangannya semakin terasa perih karena terbentur aspal jembatan. Tak lain karena dorongan pemuda yang saat ini menatap tajam ke arahnya. Ia mengerjap bingung. Mencoba mencerna apa yang baru saja terjadi. "Lo mau bunuh diri, hah!?" Sentakan pemuda itu membuat dia sadar, ia gagal. Gagal untuk mengakhiri penderitaannya malam ini. Menyadari hal itu membuatnya tanpa sadar meneteskan air mata. Entah ia harus bersyukur atau justru menyalahkan pemuda yang saat ini berjongkok di hadapannya. Pemuda yang membuat percobaan bunuh dirinya malam ini gagal total. Jadi ia masih harus melanjutkan hidupnya yang menyedihkan ini?

More details
WpActionLinkContent Guidelines