Libra dan Aries

Libra dan Aries

  • WpView
    Reads 9,728
  • WpVote
    Votes 367
  • WpPart
    Parts 27
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jun 30, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
Catatan, Libra "Awal dan akhir nggak ada bedanya kok dimana artinya selalu sama, saling tak kenal. Hanya beda rasa pahit atau manis? Tapi, Aku ingin awal yang pahit dan akhir yang manis. Bukan sebaliknya." "Aku nggak pernah ngerti, kenapa langit biru pada siang hari dan hitam pada malam hari? Aku hanya ngerti jika rasa ini hanya untukmu bukan orang lain!" "Musuhku terlalu banyak ada macam macam seperti waktu, jarak, bahkan tata surya, Mungkin mereka cemburu karna aku punya bidadari di balik pelangi." "Penasaran? Pasti nggak kan. Aku hanya iseng menuliskan namun serius mengutarakan." ***** Dia, itu seperti senja hanya bisa dinikmati. Namun, tidak bisa kumiliki. Dia, itu seperti bulan? Sejuk di pandang dengan berbagai kesederhanaan. Dia, itu seperti kopi. Pahit-pahit manis gimana gitu? Dan Dia, itu bidadari tanpa sayap.Namun, punya senyuman seindah sinar mentari di pagi hari. Dan, Dia itu segalanya.
All Rights Reserved
#124
gadis
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Langit.
  • DESPERATE (COMPLETED) ✔
  • ADEUS
  • BE WITH YOU (END)✔
  • BINTANG DAN LIBRA [END] [SEGERA TERBIT] ✔
  • Senja dan Langitnya
  • About Meet (COMPLETED)
  • SyasaGlean (END)
  • ALASKA ✔ [SUDAH TERBIT]
Langit.

Dari Langit, untuk senja yang selalu terlihat indah apa adanya. Senja, jujurlah, kau sudah lama kan kehilangan perasaanmu? Kau sudah lama kan mengagumi bumi akhir akhir ini? Aku sudah tau, Senja. Langitmu sudah tau. Senja, harusnya kau tak datang padaku sejak awal. Harusnya kau tak merasa kasihan dengan kesendirianku. Apa aku yang salah, sudah jatuh cinta padamu? Ini bukan perkara tentang hatimu. Ini tentang isi hatiku. Isi hati langit yang bisu. Isi kerinduan semesta yang tak pernah dapat terungkapkan. Senja, mengapa kau masih disini? Mengapa kau masih harus ada di sela sela hari sepiku? Mengapa kau harus menunjukkan tatapan itu padaku? Senja, aku memang kesepian. Tapi bila memang perasaanmu sudah lama berubah, tak apa, pergilah. Senjaku, Langitmu tetap mencintaimu apa adanya. Bahkan saat ia tau kau tidak pernah mencintainya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines