Libra dan Aries

Libra dan Aries

  • WpView
    Reads 9,728
  • WpVote
    Votes 367
  • WpPart
    Parts 27
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jun 30, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
Catatan, Libra "Awal dan akhir nggak ada bedanya kok dimana artinya selalu sama, saling tak kenal. Hanya beda rasa pahit atau manis? Tapi, Aku ingin awal yang pahit dan akhir yang manis. Bukan sebaliknya." "Aku nggak pernah ngerti, kenapa langit biru pada siang hari dan hitam pada malam hari? Aku hanya ngerti jika rasa ini hanya untukmu bukan orang lain!" "Musuhku terlalu banyak ada macam macam seperti waktu, jarak, bahkan tata surya, Mungkin mereka cemburu karna aku punya bidadari di balik pelangi." "Penasaran? Pasti nggak kan. Aku hanya iseng menuliskan namun serius mengutarakan." ***** Dia, itu seperti senja hanya bisa dinikmati. Namun, tidak bisa kumiliki. Dia, itu seperti bulan? Sejuk di pandang dengan berbagai kesederhanaan. Dia, itu seperti kopi. Pahit-pahit manis gimana gitu? Dan Dia, itu bidadari tanpa sayap.Namun, punya senyuman seindah sinar mentari di pagi hari. Dan, Dia itu segalanya.
All Rights Reserved
#124
gadis
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Numbness (selesai)
  • DESPERATE (COMPLETED) ✔
  • ADEUS
  • Cinta atau Drama? [COMPLETED]
  • Cheerful Girl [ENDING]
  • Langit.
  • About Meet (COMPLETED)
  • SyasaGlean (END)
  • BE WITH YOU (END)✔

Highest rank : #1 in boyfriend [15 januari 2019] "Jauh-jauh dari gue!" Ia mengibas-ngibaskan tangannya, seolah mengusir. Mau tidak mau Adel menurut, ia mundur dengan senyuman yang masih mengembang. "Jauh lagi!" Adel mundur lagi. "Lagi!" "Terus, lagi!" Adel terus mengikuti ucapan Bagas, dan senyumannya semakin lama kian sirna. "Udah, stop! Lo harus jaga jarak sama gue kayak gini. Kalo lo berani deket-deket, kita end!" sungut Bagas sambil memperagakan gaya menggorok leher. Bibir Adel mengerucut. "Ih, gue jadi kayak penguntit tau nggak, Gas?!" "Gas gus gas gus! Lo kira gue elpiji!" ucap Bagas tak terima dengan namanya yang disingkat-singkat dan malah jatuhnya seperti gas elpiji. Adel cengengesan. "Jadi, gue manggilnya apa, dong? Ba? Atau..... Sayang?" -------- Copyright 2018 @windchenchaa

More details
WpActionLinkContent Guidelines