Words Heartin

Words Heartin

  • WpView
    Reads 817
  • WpVote
    Votes 49
  • WpPart
    Parts 80
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jan 9, 2022
Ketidakmampuanku dalam lisan membawaku menuju dunia tulisan. Tak mampu mengekspresikan bebas apa yang kualami lewat lisan, maka disini aku akan mengekspresikan sebebas bebasnya diriku dalam tulisan. Membiarkan dengan sejujur-jujurnya diriku berbicara tentang perasaan, hati, dan yang ku alami
All Rights Reserved
#602
kata
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Cinta dan Takdir Rania [End]
  • Aku, Kamu, dan Takdir Tuhan
  • Sepatah Kata
  • Mahligai Sunyi
  • Seuntai Kata Untuk Rangga
  • Lost in Your Mysterious Feeling [ TAMAT ]
  • ABSURD QUOTES I
  • SEBERKAS RINDU DALAM SAJAKKU UNTUKMU
  • Almost.
  • Lembut Seperti Doa

❝Keputusan berat yang harus aku ambil, demi menjagaku juga menjagamu adalah menjauhimu. Bukan karena benci, tapi karena aku mencintaimu. Semata agar kau dan aku tidak terjerumus dalam syahwat yang hina.❞ Begitulah kutipan tulisan yang aku tulis dan kutujukan untuk seseorang, cinta pertamaku. Assalamu'alaikum ... aku Rania Andinadya. Jika kamu bertanya kisah ini mengisahkan tentang apa ... ini tentang perjalananku dalam menemukan hingga harus belajar mengikhlaskan cinta pertamaku. Aku, begitu mencintai dia. Namun anehnya, aku sama sekali tidak pernah berani mengungkapkan perasaanku padanya. Sampai suatu masa, ketika cintaku mulai terbalaskan, hidayah-Nya perlahan-lahan mengetuk pintu hatiku. Aku pun menyadari, aku dan dia tidak seharusnya sering berinteraksi, demi menghindari syahwat yang hina. Meski telah berhijrah, cintaku kepadanya masih sama. Dalam diam, aku tetap mencintai dan mendo'akan kebaikan untuknya. Tapi, siapa sangka takdir malah berkata lain. Setelah menjauhinya sebab cinta, ia telah menemukan pujaan hatinya. Lantas aku berusaha mengikhlaskan, meskipun ikhlas adalah suatu hal yang teramat pelik. Dan satu pertanyaan terus mengusik pikiranku ... mampukah aku mengikhlaskannya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines