Words Heartin

Words Heartin

  • WpView
    LECTURI 817
  • WpVote
    Voturi 49
  • WpPart
    Capitole 80
WpMetadataReadÎn curs de desfăşurare
WpMetadataNoticeUltima publicare dum, ian 9, 2022
Ketidakmampuanku dalam lisan membawaku menuju dunia tulisan. Tak mampu mengekspresikan bebas apa yang kualami lewat lisan, maka disini aku akan mengekspresikan sebebas bebasnya diriku dalam tulisan. Membiarkan dengan sejujur-jujurnya diriku berbicara tentang perasaan, hati, dan yang ku alami
Toate drepturile rezervate
#602
kata
WpChevronRight
Alătură-te celei mai largi comunități de povestiri din lumePrimește recomandări personalizate de povești, salvează-ți favoritele în biblioteca ta și comentează și votează pentru a-ți dezvolta comunitatea.
Illustration

S-ar putea să-ți placă și

  • Mahligai Sunyi
  • Sepatah Kata
  • Aku, Kamu, dan Takdir Tuhan
  • ABSURD QUOTES I
  • Cinta dan Takdir Rania [End]
  • Seuntai Kata Untuk Rangga
  • Almost.
  • Lost in Your Mysterious Feeling [ TAMAT ]
  • Lembut Seperti Doa
  • SEBERKAS RINDU DALAM SAJAKKU UNTUKMU

Novel "Mahligai Sunyi": Senja mulai menua di balik jendela kaca, membiaskan cahaya jingga yang merayap perlahan di sudut ruangan. Aku duduk dalam diam, menatap kosong pada cangkir teh yang tak lagi mengepul. Aroma melati yang biasa menenangkan kini terasa hambar di inderaku. Aku terjebak dalam pusaran pikiranku sendiri, menggenggam kenyataan yang pahit namun tak bisa kutolak. Aku pernah percaya bahwa cinta adalah tentang memilih satu orang, bertahan dengannya dalam segala cuaca, dalam segala luka. Namun, kini aku mengerti bahwa terkadang, cinta juga berarti kehilangan-kehilangan harapan, kehilangan rasa percaya, bahkan kehilangan diriku sendiri dalam labirin luka yang diciptakan oleh seseorang yang seharusnya menjagaku. Arion adalah cintaku, atau setidaknya pernah menjadi. Aku mempercayainya lebih dari yang seharusnya, mencintainya lebih dari yang pantas. Namun, cinta saja tidak cukup untuk mempertahankan sebuah rumah tangga. Tidak cukup untuk menghindarkanku dari rasa sakit yang berkali-kali ia hadiahkan. Tidak cukup untuk membuatnya berhenti mencari bahagia di tempat lain. Aku telah memaafkan, berkali-kali. Aku telah memberi kesempatan, hingga tak tahu lagi batas dari kata "cukup." Tetapi, sampai kapan aku harus terus bertahan? Sampai kapan aku harus mengorbankan kebahagiaanku sendiri demi menjaga sesuatu yang terus menerus hancur? Dan di sinilah aku, berdiri di persimpangan. Antara bertahan dengan luka atau pergi dengan sisa-sisa keberanian yang kupunya. Aku tidak tahu bagaimana akhir dari kisah ini. Yang kutahu, aku hanya ingin menemukan kembali diriku yang telah lama hilang.

Mai multe detalii
WpActionLinkLinii directoare referitoare la conținut