Peluk Semesta

Peluk Semesta

  • WpView
    Membaca 1,423
  • WpVote
    Vote 146
  • WpPart
    Bab 3
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sen, Mei 22, 2023
WpInfo
Fiksi
Romansa
"Ray, ada hari dimana aku ingin hilang berdua bersama mu." ucap Ana dengan mengepal segumpal tanah yang baru saja basah oleh air matanya sendiri. Kehilangan mu membuat Ana juga ingin hilang dari tidak adilnya semesta, merepotkan sekali untuk menangis setiap hari hanya karena perihal rindu. Rindu yang tak akan pernah ada temu, perihal yang sia-sia selalu harus Ana lakukan setiap harinya. Sampai Ana bertemu seseorang yang menemaninya menangis setiap hari karena merindukan Ray. "Dik, semoga bahagia mu melebihi bahagia ku." Manusia sempurna setelah Ray, terimakasih.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#998
ketulusan
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • ELANGIN
  • Be Mine [Terbit]
  • Owner Of My Heart
  • Kamu Bukan Untukku [TAMAT/REVISI]
  • Promise
  • langit biru
  • ZIVANA(ON GOING)√
  • RANNA
  • Maaf' (Revisi)
ELANGIN

"Lo itu seperti api. Jangankan untuk gue peluk, buat nyentuh aja gue harus ngerasain sakit yang luar biasa. Dan apa karena nama gue Angin, jadi lo anggep gue seperti hembusan udara?" -Angindita- "Hilangkan perasaan lo itu. Kita ini hanya berteman. Dan selamanya akan menjadi teman." -Elang Damis Ardiyo- Akankan ucapan Elang selalu konsisten hingga nanti? Apakah benar Elang hanya menganggap Angin sebagai temannya saja? Ikuti cerita Elangin agar tau bagaimana perjalanan kisah mereka.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan