Usai.

Usai.

  • WpView
    Reads 100
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing<5 mins
WpMetadataNoticeLast published Sun, Nov 4, 2018
Perkenalkan, ini diriku yang baru. Beberapa waktu lalu sempat gila karena ditinggalkan orang dikasihi karena pengkhianatan yang menjijikan. Aku sudah usai, aku sudah bangkit lagi. Tidak lagi menjadi orang yang seharian penuh meratapi kepergiannya. Aku pikir, aku harus seperti Fiersa Besari yang harus keliling Indonesia demi mengobati patah hatinya, tapi itu terlalu bahaya untuk wanita sepertiku. Ini aku yang baru, yang sudah melepas jauh semua tentangnya. Yang sudah merelakannya terbang. Yang sudah mengikhlaskannya berbagi tawa dengan yang lain. Percayalah, move on tidak melulu tentang melupakan- itu akan sulit, sangat sulit. Apalagi dengan hubungan yang begitu panjang tentunya tidak butuh waktu yang singkat untuk melupakannya, lalu kalau seperti itu kapan kau bangkit? Menurutku, move on adalah bagaimana cara kamu mengikhlaskan sesuatu pergi dan percaya akan ada yang mengganti. Kau hanya perlu terbiasa tanpa dia, memang tidak mudah- juga tidak sulit. Coba buka mata, lihat! Banyak sekali orang yang ingin membahagiakanmu. Coba buka hati, rasakan! Banyak sekali orang yang menyayangimu. Coba buka telinga, dengarkan! Banyak sekali orang yang mendukungmu. Lalu, dengan alasan apalagi kamu masih menangisinya? Orang yang sudah menghancurkan hatimu. Hari-hari terpurukku sudah usai, begitupun kalian yang merasakan hal sama. Luka kita sudah usai, mari kita bangkit. Buktikan pada mereka bahwa kita tidak pantas dihancurkan hatinya.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Unknowingly yours
  • Till my last breath [Completed ]
  • Abadi Mohabbat ✓
  • Dark Judgment
  • ʟᴏꜱᴛ ᴡɪᴛʜᴏᴜᴛ yᴏᴜ✔[#1 ɪɴ ꜰʀɪᴇɴᴅꜱꜰᴏʀᴇᴠᴇʀ]
  • LET ME HATE YOU
  • heart whispers🌹
  • The Unspoken Bond
  • The things we lost in the stream of time / Sano Manjiro Mikey x reader

"Promise me that you will take care of this child like her own mother and will never let my family members, especially Kabir, feel alone. Will you fulfill this promise, Nivedita?" This one promise forced me and Dr. Kabir for marriage.He had no complaints with life but everything changed with that one incident and he too changed. What will happen when two people with opposite personalities get married? Will this marriage be successful or will they remain strangers?. They do get married but not for themselves but for the child who became an orphan as soon as it came into this world. #################### "Aapke liye pyar ki paribhasha kya hai"? asked Nivedita while looking at Kabir. "Pyaar ki koi exact definition nahi hai mere pass. Par uske alag alag roop hume jarur Nazar aate hai hume.Jese ki maa-bacchhe, Bhai-behen,chacha-bhatije ka pyar and so on. Vese love is not meant to happen in rush but rather it should blossom like flower in the season of spring. Pata hai jab pehli baar aapko dekha toh yeh nahi kahunga ki dekhta he reh Gaya aur nahi mehsoos hua ki you are the one. Par waqt ke saath saath aapki ankhe padhna Sikh Gaya, aapke expressions and more specifically aapki personality. Yeh baat toh aap bhi badi bakhoobi janti hai ki jesa aap apne aapko dikhati hai duniya ke saamne vesi aap bilkul nahi. Once again pyar ka toh pata nahi par aapko bohot acchhe se define kar sakta hu".Hearing this Nivedita smiled and blushed admiring her husband's thoughts. This is what you are going to see in my book or more specifically should I say my first ever story. Please stay tuned and enjoy reading lovelies 🩷🩷.

More details
WpActionLinkContent Guidelines