I am Celebrity

I am Celebrity

  • WpView
    Reads 1,297
  • WpVote
    Votes 53
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Nov 27, 2024
Jangan menyalin atau menjiplak cerita saya, karena ini hasil dari inspirasi saya dan membuat cerita ini hanya karangan semata dan untuk menghibur saja^^ hargai saya dengan tidak menyalin cerita ini oke. ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ Chen An yang hanya diam lalu mengusap wajahnya yang terciprat dengan liur Jian li, Chen An menatap jijik ke telapak tangannya yang berisi air liur Jian li Chen An mengeluarkan kain putih dan handtaizer dari saku jaketnya lalu Chen An menuangkan handtaizer di telapak tangannya dan menyeka menggunakan kain. Setelah menurutnya cukup bersih dari air liur, kain itu segera dilemparkan tepat di wajah Jian li membuat Jian li marah lagi, Jian li mengambil kain dari wajahnya. Napas Jian li terdengar wajahnya memerah dan kemudian meremas kain hingga kusut dan melemparkannya kembali tepat ke wajah Chen An. Membuat Chen An marah dan merasa harga dirinya telah di injak-injak oleh gadis bodoh yang ada dihadapannya. "Kamu sudah menyinggung perasaanku!" Jian li berkata dan kali ini mencoba untuk menyeruduk Chen An menggunakan kepalanya "Kamu benar-benar bodoh!" Teriak Chen, belum siap Duk Jian li menyeruduk perut Chen An membuat Chen An segera membungkukkan tubuhnya dan menahan perutnya, makanan di dalam perutnya terasa seperti mengocok. Chen An menatap Jian li dengan wajah kesal dan mata melotot. Wajah Chen an menjadi lebih merah "Arghhhhhhhh kamu akan tahu konsekuensinya!" kata Chen An meraung marah "Aku tidak takut denganmu" kata Jian Li, menampar wajah Chen dengan ringan dan pergi "Kamu gadis bodoh! Kamu berani menyinggung, menyakiti dan menyentuhku! Kamu akan tahu konsekuensinya" raung Chen yang marah sambil menatap kepergian Jian Li. Penasaran baca yuk!!!
All Rights Reserved
#516
chinese
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • From Bestfriends to Boyfriends [ZHONG CHENLE]
  • Stay (Away)
  • Berbisik Padamu ✓
  • Sepekan Penuh Sayang [Tamat] || Jeno & NCT Dream
  • ||Perjodohan||✓
  • Geng Bratadikara (TERBIT) ✓
  • ASRAMA LANTAI 7 {TERBIT} ✓
  • Sorai
  • [END] Pasangan wanita tidak ingin para pahlawan putus [memakai buku]
  • My Little Monster - Completed

" Jadi kamu benar - benar gak sadar kenapa aku merlakuin kamu dengan sangat baik dan selalu menjagamu ? " - Zhong Chenle. " Yah karna aku adalah adik dari teman baikmu, jadi wajar aja kamu memperlakukan aku dengan baik. Kita berdua tak lebih dari kakak dan adik, bukan ? " - Huang Meiyin. Rintik - rintik hujan mulai membasahi badan Chenle dan Meiyin, namun mereka berdua nampak tak memikirkan hal itu. " Udahlah, aku pergi. Kamu juga pulang sana, nanti sakit " - Huang Meiyin. Meiyin membalikkan badannya meninggalkan Chenle sendiri ditengah deras hujan. Namun tak lama kemudian Chenle berjalan mendekati Meiyin dan langsung menarik tangannya untuk masuk dalam pelukannya. " Chen-- " " Aku menyukaimu ! Awalnya aku gak sadar dengan perasaanku padamu, tapi saat ngeliat kamu terus bersama Jisung.. entah kenapa aku tiba - tiba merasa cemburu ! Dan sampai sekarang aku gak bisa bohong lagi sama perasaan aku sendiri, yang nyatanya aku mencintaimu " - Zhong Chenle. " Lepasin aku-- " " Apa karna penyakitku itu ? " - Zhong Chenle. Chenle perlahan melepas pelukannya, ia hanya bisa menatap Meiyin dengan mata sayunya. Chenle sempat tertawa pelan karena tidak bisa mempercayai apa yang ternyata sekarang. Sedangkan Meiyin hanya diam, dan respon itu pun membuat Chenle akhirnya memutuskan untuk pergi. Tanpa disadari ternyata terselip airmata Meiyin ditengah tetesan air hujan diwajahnya, sempat terdiam lama ditempat sambil menatap Chenle. Akhirnya Meiyin memberanikan diri untuk berlari balik dan memeluk Chenle dari belakang. " Bukan gara - gara penyakitmu ! Aku gak pernah mempermasalahin kondisi kamu, bahkan aku ingin sekali menemanimu sampai sembuh ! Cuma yang aku takuti ! " - Huang Meiyin. Chenle terkejut mendengar tangisan Meiyin... " Mei-- " " Aku takut kalau karirmu akan hancur, Chen ! Aku harus pura - pura tidak tau perasaanmu padaku dan juga aku harus membuang perasaanku padamu. Karna jika tidak, aku akan menjadi awal hancurnya karirmu.. Chen " - Huang Meiyin.

More details
WpActionLinkContent Guidelines