the wedding day

the wedding day

  • WpView
    Reads 103
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jul 16, 2019
Nata dibesarkan di keluarga broken home, banyak sekali pertengkaran yang sering di dengar dan di perlihatkan didepan mata Nata, padahal umur Nata masih di bilang muda. Ayah dan Ibu Nata mereka sangatlah egois, tidak memikirkan Nata yang seharusnya diberi perhatian,kasih sayang layaknya orang tua pada umumnya. Karena kondisi keluarga yang berantakan membuat Nata menjadi dewasa sebelum waktunya. Dia pun bertekad untuk pribadi yang lebih tegar dan mandiri. Suatu hari bisnis ayah Nata mengalami penurunan agar kembali berjaya orang tua Nata menjodohkan dia dengan anak dari investor.Lagi-lagi Nata menanggung keegoisan dari orang tuanya. Apakah Nata siapa menjalankan perannya menjadi istri ?? Langsung aja di baca guyssss....
All Rights Reserved
#315
power
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Marry Me Marry Me Not
  • MY BAD HUSBAND ✓ (E N D)
  • Harga Untuk Luka (Tamat)
  • Pure Love (21+)
  • Another Day
  • I (DON'T) HATE A MAN (ON GOING)
  • Lost Time (Completed )
  • ANATHAN  || END
  • Casela (Tidak Lanjut)

Pra dan Neri bertetangga sejak kanak-kanak. Hubungan mereka sudah seperti kakak dan adik. Sama-sama sulung, sama-sama yatim, juga sama-sama memiliki ibu yang sulit, membuat mereka dekat karena merasa senasib. Tetapi jangan harap mereka terpikir untuk menjalin hubungan lebih dari itu. Apalagi untuk menjajagi kemungkinan mereka berjodoh atau tidak. Nope! Berjuta alasan membuat keduanya menghindari keterlibatan dalam urusan super sensitif itu. Apalagi Mama Pra juga tidak segan-segan menunjukkan antipati kepada keluarga Neri. Sejak Neri beranjak dewasa, wanita paruh baya itu sangat tak menyukai keakraban putri tetangga sebelah dengan putranya. Sangat tidak pantas karena Neri kurang terdidik dengan baik. Tidak feminin sama sekali, juga kurang menjaga tata krama. Gayanya terlalu nekad untuk ukuran perempuan. Dan tidak segan-segan melawan pendapat orang yang seharusnya dia hormati. Neri juga tidak tahu malu, bergaul seakrab itu dengan Pra. Tidak bisa menjaga kehormatan diri. Terlalu santai dalam berinteraksi dengan Pra yang nota benenya adalah lawan jenis. Nenek Lampir. Itu adalah julukan yang diberikan oleh Neri kepada Mama Pra. Menyebalkan, sombong, dan angkuh luar biasa. Heran deh, bagaimana bisa cowok kalem dan baik seperti Pra dilahirkan dari perempuan yang memiliki sifat mengerikan begini! Seolah aku doyan aja sama anaknya! Omelnya. Jadian sama Pra? Nehi! Itu maunya Neri. Dan semoga dia tidak termakan kata-katanya sendiri.

More details
WpActionLinkContent Guidelines