Story cover for Risak  by NomDePierre
Risak
  • WpView
    Reads 5
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
  • WpView
    Reads 5
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
Ongoing, First published Nov 05, 2018
Seorang tukang buli yang menjadi korban bullying. Karma, itu yang dialami Candra yang dulunya dipuja dan dihormati disekolahnya kini harus disiksa anak-anak satu sekolah. 

Gadis tempramen yang terbiasa melihat kepala menunduk saat berpapasan dengannya kini bahkan harus menunduk didepan Aslan. 

Aslan, seperti singa.  Buas, liar, licik, berkuasa, dan penuh aura pemimpin. Candra baginya adalah mainan baru, Aslan adalah tipe penyayang mainan, selagi mainannya belum rusak, ia akan terus bermain, walaupun pada akhirnya dibuang. 

Candra muak menjadi bulan-bulanan dikelas, candra muak menjadi target bully anak-anak perempuan, Candra muak menjadi peliharaan Aslan yang harus selalu patuh dan menurut. 

Ia harus bagaimana? Candra menyesal tentang perbuatannya dahulu. Ia ingin lepas dari bullying yang berkeliaran di hidupnya. Apa dia harus masuk kelubang jurang yang sama lagi? Menjadi pembuli? Atau ia harus menyerah dan pasrah seperti lainnya?


*****-*
All Rights Reserved
Table of contents
Sign up to add Risak to your library and receive updates
or
#171aslan
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 8
ELGITA  (TERBIT) cover
ALEA (TAMAT) cover
 Lost in Your Eyes cover
ALYA & RENO [END] cover
Cinta Haluku Menjadi Nyata cover
Now, It's Your Turn! [SELESAI] cover
KEPERGIAN SENJA cover
Choose Your Choice | End ✔️ cover

ELGITA (TERBIT)

66 parts Complete Mature

Warning ❗Plis, no copy paste/plagiat cerita orang❗sebelum membaca Vote dan follow. ⚠️ Sebagian part di hapus untuk kepentingan penerbitan. Jika ingin membaca lebih lengkapnya, bisa membeli novelnya melalui marketplace shopee penerbit: rangkai_media.id ⚠️ Gita hanya ingin hidup seperti remaja lainnya. Bersekolah, menari dan dicintai keluarganya, tapi dunia tak seindah itu. Dipaksa bertahan di rumah yang tak pernah menganggapnya anak . Gita hidup dibawah bayang - bayang kekerasan fisik dan batin. Di sekolah pun dia tak menemukan pelarian. Sahabat yang dulu dekat, kini berubah menjadi pelaku perundungan yang melukai. Sampai akhirnya, Elvan hadir. Pemuda asing yang melihat luka yang tak semua orang peduli. "Kalau mau nangis, nangis aja. Gak usah ditahan." "Menangis ngak bikin lo lemah. Kadang itu yang bikin lo bertahan." Di antara luka, hujan, dan tarian yang dipaksakan tetap indah. Gita belajar satu hal penting, bahwa bertahan bukan soal kuat atau tidak, tapi soal berani mencintai diri sendiri meski dunia terus menolak. "Aku juga pengen ngerasain pelukan dari orang yang aku panggil Mama..." "Apa Gita begitu menjijikan sampai kalian ngak mau makan satu meja pun denganku?"