Raesha
  • WpView
    Reads 879
  • WpVote
    Votes 218
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Dec 9, 2018
[Slow Update] "Terkadang aku tersenyum, bukan karena ada hal menyenangkan hatiku, tapi karena aku tahu bahwa bersedih tak akan menyelesaikan masalah." "Aku akan selalu tersenyum dengan apa yang sedang aku alami, kadang semua itu hanya cobaan dari Tuhan untuk melihat betapa besar kesabaran Hambanya yang sedang diuji." Kisah cinta seorang gadis yang di diapnosa mempunya penyakit yang ganas.Gadis yang memiliki fisik yang cantik,rambut yang indah,kulit yang cerah,tiba tiba rambut yang selama ini indah lama kelamaan mulai menghilang,kulit yang semulanya cerah menjadi pucat. Lalu bagaimanakah nasib gadis tersebut? Yuk di baca!
All Rights Reserved
#2
wakilketos
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • PROSA "Proyeksi Rasa" [END]
  • Crazy Guy Vs Sassy Girl ( ZEESHA )
  • Kakak Tiriku
  • SEA AND MOUNTAINS ( ZEESHA )
  • Lembar Terakhir Surat Untuk Dika
  • Fantasi Cinta
  • Pretend Love Hurts the Most ( fresha )
  • DANADYAKSA
  • LALA

Bagi Alfira, persahabatan adalah ikatan tanpa komitmen. Sedangkan sahabat adalah makhluk Tuhan yang siap mendengarkan keluh kesahmu dan memberi solusi dari masalah kehidupanmu. Tapi keadaan memang tidak pernah bisa diprediksi, apa yang dimiliki juga bisa kapan saja pergi. Ketika sahabatnya pergi, Alfira benar-benar kehilangan arah tanpa arti, butuh adaptasi lagi untuk sembuh dari elegi. "Cuma lo Ra! yang menganggap persahabatan ini bukan apa-apa. Ya cuma lo!" ucap Reza kecewa. Namun, ketika semuanya kembali mampukah Alfira berdamai dengan hati? Butuh waktu yang lama untuk sembuh, butuh keadaan yang seirama untuk menempuh. Tapi, bagaimana jadinya jika aku sudah berhasil berlabuh, dengan mudahnya kau kembali dan karamkan lagi kapalku? "Kalo nggak mau jadi pacar gue oke gue terima lo tolak, tapi kalo gue lamar gimana?" ucap laki-laki yang ada dihadapannya. Lalu apa-apaan kali ini? Dengan berani dan percaya diri tingkat tinggi, dia menawarkan diri menjadi awak kapalku? Yang aku yakin, dia pasti mampu membantuku. Namun, bisakah aku melupakan masa lalu? Dan kembali menempuh perjalanan baru?

More details
WpActionLinkContent Guidelines