ungkapan-ungkapan yang masih tertahan oleh lidah dan belum mau bersua, tentang segala hal yang masih terpenjara di jeruji dada dan masih menunggu saat tiba. emosi, ambisi, simpati, serta rasa posesif yang begitu anarki semua menjadi satu dalam wujud pengaduan diri kepada yang susah memahami.
Tentang siapa yang salah dan benar terkadang membuat cinta seolah menjadi beban.
Tentang perdebatan kecil yang tak seharusnya menjadi besar malah di besar-besarkan.aku memilih diam untuk menjaga agar tak jadi celaka. Tetapi kamu malah menuduh lebih parah.
C O M P L E T E D
untukmu sang pemikat hati.....
sebuah perasaan memang harus diungkapkan...
maaf aku hanyalah wanita yang ditakdirkan untuk menunggu.....
menunggu sebuah kepastian dirimu....
menyatakan bukan hakku....
hingga sebuah perasaan itu terkubur dalam, karena kau bukan milikku, bukan untukku,karena kau memilih bersamanya.
bye: perindumu yang berharap kau bisa merasakan apa yang kurasakan.