" Masa Lalu...? "

" Masa Lalu...? "

  • WpView
    Reads 5
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Nov 7, 2018
Mengapa di saat aku ingin bahagia dari masa lalu ku tetap saja masa lalu ku itu datang lagi secara cepat dari lorong waktu. Dan di saat aku ingin bahagia selalu saja sama seperti masa lalu ku yang membuat ku sedih terus menerus Apalagi di saat aku mempunyai teman teman yang menurutku adalah baik dari awal entah bagaimana kedepannya yang membuat ku sedih terus menerus yang membuat pikiran. Dan ingin bahagia dari masa lalu.bertemu dengan seorang perempuan yang menerima apa adanya saya yang membuat ku menaruh rasa pada perempuan itu. Orang lain mengartikan ku bukan sebagai seseorang dan Di saat itu pula perempuan itu mengartikan ku sebagai seorang orang yang utuh sempurna di hidup dia dan berakhir dengan sebuah drama yang menyedihkan " Begitu Buruknya Masa Laluku.."
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SELESAI (Say Goodbye)
  • broken home
  • Terjebak Diwaktu Yang Sama
  • best friend and twilight
  • Beach Friendship
  • Everything Happens for a Reason
  • Kehilangan Untuk Pertemuan [END]
  • PERSAHABATAN
  • ARA [COMPLETED]✔️
  • RUMIT✔️

Izinkan aku mengungkap sesuatu hal yang menurutku penting, izinkan aku mengungkapnya untuk yang terakhir kali. Rasanya berat jikalau harus melupakan orang yang dulu selalu bersama kita, setelah semua yang kita lewati bersama, tapi apa boleh jika takdir tidak berpihak sama kita. Aku terlalu berlebihan mempunyai rasa yang lebih dari teman tapi kamu harus tau semua perhatian yang kamu beri itu menumbuhkan rasa yang lebih dari pada seorang teman, dan harapan aku sangat besar tentang perasaan kamu. Untuk yang terakhir kali dan semoga ini yang terakhir dan tidak ada lagi sosok aku dihidup kamu, maafkan aku telah menyukaimu lebih dari seorang teman, kenal kamu itu adalah sebuah anugrah disaat aku sudah tidak mau mengenal cinta lagi tapi kamu datang sebagai teman yang memberikan harapan lebih ke padaku. Rasanya campur aduk antara berterimakasih karena kamu datang atau maaf karena aku berlebihan, dengan melihat kamu yang sekarang bahagia diluar sana aku ikut senang. Jikalau suatu saat nanti kamu sudah bertemu dengan yang lebih sempurna taruhlah aku dibagian kecil ingatanmu, jadikan aku sebagai sejarah yang sering kamu pelajari setiap harinya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines