Ahabbakalladzi Ahbabtanilahu

Ahabbakalladzi Ahbabtanilahu

  • WpView
    Reads 123
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Nov 7, 2018
"Tak ada sesuatu yang tidak mungkin di dunia ini, kita memang hidup bak seperti wayang, dan tentunya ada dalang di balik segala cerita, cerita itu telah disusun dari kita lahir bahkan dari masih dalam kandungan. Semenjak kita 4 bulan dalam kandungan, roh itu ditiupkan dan segala macam kehidupan kita kedepan telah disusun dengan rapih.Jodoh, rezeki, beruntung atau merugi, mati, masuk surga kah, ata neraka kah. semua nya telah direncanakan. Tapi bukan berarti kita harus pasrah dengan takdir, kita harus tetap kasab dan iktiar dan selalu menyertakan do'a dibalik sebuah usaha. "ad du'a silahul mu'min" doa adalah senjata bagi orang mu'min. "ud'unii astajiblakum" berdo'alah..maka aku(Alloh) akan mengabulkan do'amu".
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Langit Senja di Kota Nabi
  • Doa Yang Tak sama | END
  • Being a Good Papa [ End ]
  • Young Papa
  • Fade into the Moonlight [Selesai]
  • Perjalanan Cinta yang Halal
  • TINJU & TAUHID
  • Perjalanan Kisah Cinta Afia

"Ada cinta yang tak tumbuh dari sentuhan, tapi dari doa yang dipanjatkan dalam diam. Ada perjuangan yang tak diceritakan dengan lantang, tapi dibuktikan dalam sujud yang basah oleh air mata." Azka Maulana, seorang pemuda Jawa yang sederhana namun penuh cita-cita, melangkah ke Kota Nabi dengan secarik doa dari ibu dan janji yang terpatri pada makam ayahnya: menuntut ilmu setinggi langit untuk mengabdi pada umat. Di Madinah-kota yang ditaburi cahaya dan barakah Rasulullah-Azka bukan hanya menemukan ilmu, tapi juga ujian demi ujian. Fitnah yang mengguncang nama baik, cinta yang terbungkus adab, dan dilema antara pulang atau bertahan. Namun di balik semua itu, Allah menyiapkan kejutan terindah: seorang Maryam Zahra, hafizah Qur'an yang menjaga dirinya seperti kelopak mawar dalam taman keimanan. Bersama Yahya si sahabat bijak dari Maroko, dan Alim yang pendiam namun mendalam, Azka menapaki jalan ilmu dan iman. Hingga langit senja di Madinah menjadi saksi, ketika cinta dan cita bersatu dalam akad yang penuh adab, lalu kembali ke tanah kelahiran membawa cahaya. Ini bukan sekadar cerita cinta. Ini adalah perjalanan jiwa. Tentang bagaimana seorang hamba belajar mencintai Allah, sebelum mencintai sesama. --- "Barang siapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga." (HR. Muslim) Dan surga itu, bagi Azka dan Maryam, bukan hanya di akhirat. Tapi juga di tempat mereka mengajar, di desa kecil, di bawah langit Indonesia... tempat di mana cahaya Madinah tetap menyala dalam hati. ---

More details
WpActionLinkContent Guidelines