KALLANIE

KALLANIE

  • WpView
    Membaca 110
  • WpVote
    Vote 24
  • WpPart
    Bab 1
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sen, Des 17, 2018
Kamu dingin dan datar seperti kanvasku. Kamu indah seperti sebuah melodi yang melantun di setiap alat musik yang kumainkan. Dan kamu, seperti sebuah coretan indah yang bermakna yang kutulis dalam kalimat berdiri tegak bak benteng di papan catur. Terkadang, kata tak cukup untuk mengungkapkan perasaan. Tapi benar juga kata orang tua dahulu, kala jikalau perasaan tidak harus untuk diungkapkan. Dan kamu, adalah seniku. Mengungkapkan perasaan lewat seni, adalah jalan hidup yang tidak akan membosankan. Inilah caraku mencintaimu. ••• © D E S E M B E R || 2 0 1 8 Dewi DS #pluto
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#625
dingin
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • LANGIT JINGGA (TAMAT)
  • Ratu Is Our Queen (END)
  • Summer Triangle  (Revisi)
  • Figuran Menjadi Tunangan Protagonis
  • SEGITIGA SEMBARANG [SELESAI]
  • The Real Of Me
  • SALSA'S STORIES (Selesai)
  • Damira (END)
  • Andira [End]

"Semua keinginan gue, gak pernah jadi kenyataan. Itu cara kehidupan menghukum gue." *** Aga, atau lebih lengkapnya Airlangga Putra Senja. Pangeran bermata kelabu paling sempurna abad ini dengan tatapan menghangatkan namun sorot mata yang terlihat begitu lelah. Ia memiliki segala yang diinginkan oleh teman-temannya. Ketampanan.Kecerdasan. Kekayaan. Bahkan kebaikan hatinya. Kecuali satu, fakta bahwa ia tak lagi memiliki minat apapun di dunia ini bahkan terhadap hidupnya sendiri. He almost perfect... Namun Caca membencinya. Tapi tunggu, sampai Aga tiba-tiba saja selalu muncul di dekatnya. Apa yang harus ia lakukan? Dan bagaimana jadinya ketika bom waktu yang terpendam dalam mata kelabu itu akhirnya meledak? Ini adalah kisah bagaimana kata-kata yang tak kau anggap berarti, terkadang mampu mendorong seseorang hingga ke tebing keputusasaan. ➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖ "BENCI BANGET!" "Gue benci sama dia. TITIK. Jangan tanya alasannya kenapa kalo gak mau tuh luka gue bikin panjang sampe ke dagu, ngerti?!"

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan