Lana VS Raka

Lana VS Raka

  • WpView
    Reads 177
  • WpVote
    Votes 26
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, May 3, 2020
Hidup Lana terasa semakin berat. Revisian segunung yang diterimanya terasa semakin menyiksa, karena dia tau bahwa perjuangannya untuk wisuda masih sangat panjang. Ditambah lagi pertemuan dengan seseorang dari masa lalunya, meninggalkan kesan yang jauh dari menyenangkan untuknya. Apapun yang terjadi, aku tak akan membiarkannya mengusik hidupku lagi! - Alana Saputri ♥♥♥ Hidup itu harus dibawa santai, kalau ada batu kecil lompati saja, kalau batunya besar, ya, tinggal jalan memutar. Begitulah prinsip hidup yang dipegang teguh Raka selama ini. Namun dia lupa, terkadang Tuhan juga senang bercanda. Sebesar apapun batu di kepalanya, aku akan memindahkannya! - Rangga Ajisaka Start : 15 November 2018 Original Story by Ay Pramesti Cover : Ay Pramesti Cerita ini diikut-sertakan dalam kompetisi Grasindo Story Inc
All Rights Reserved
#77
skripsi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • AMOUR (Mr. Pradipta)
  • YOUNG CEO AND BAD GIRL
  • Couple Ring 3 [Complete]
  • (LENGKAP | SELESAI REVISI) Hello... Dudaku... (Sequel Off M.Gant)
  • Maybe Tomorrow : Penyesalan (On Going)
  • GAIRAH CINTA HOT DUDA (TAMAT)
  • Crazy Marriage
  • Poison Of Love
  • Langkah Seiring (END+EXTRA PART)

Menikah dengan bapak-bapak? Siapa takut!! Felisa Anindira, gadis berusia 18 tahun itu tidak pernah menyangka bahwa dirinya akan naksir dengan seorang Arvin Bisma Pradipta yang tak lain adalah sahabat Ayahnya. Awalnya dia hanya merasa kagum pada sosok pria dewasa itu, pribadinya, kecerdasannya dan cara bicaranya sangat merepotkan untuk hatinya. Felisa jatuh cinta pada sosok Arvin setelah pria itu membantu menyelesaikan kasus penjebakan Kakaknya. "Pak, nikah sama saya yuk?" "Berhenti bercanda, anak kecil kuliah saja yang benar." sahut Pak Arvin acuh. "Pak, saya suka sama bapak tau, jadi suami saya mau gak?" tanya Felisa dengan mata berbinar. "Saya sudah punya calon istri." Balas Pak Arvin. "Saya santet calonnya boleh, gak, pak? Biar bapak nikah sama saya aja?" ujar Felisa semakin menjadi. "Terserah kamu, lah." pasrah Arvin yang tidak tau harus bagaimana berbicara dengan putri bungsu sahabatnya. (Ini mungkin halu yg gak jelas bgt, tapi aku harap kalian mau voment ya hehe) Mau happyend atau sadend?

More details
WpActionLinkContent Guidelines