Lana VS Raka

Lana VS Raka

  • WpView
    Reads 177
  • WpVote
    Votes 26
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, May 3, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Hidup Lana terasa semakin berat. Revisian segunung yang diterimanya terasa semakin menyiksa, karena dia tau bahwa perjuangannya untuk wisuda masih sangat panjang. Ditambah lagi pertemuan dengan seseorang dari masa lalunya, meninggalkan kesan yang jauh dari menyenangkan untuknya. Apapun yang terjadi, aku tak akan membiarkannya mengusik hidupku lagi! - Alana Saputri ♥♥♥ Hidup itu harus dibawa santai, kalau ada batu kecil lompati saja, kalau batunya besar, ya, tinggal jalan memutar. Begitulah prinsip hidup yang dipegang teguh Raka selama ini. Namun dia lupa, terkadang Tuhan juga senang bercanda. Sebesar apapun batu di kepalanya, aku akan memindahkannya! - Rangga Ajisaka Start : 15 November 2018 Original Story by Ay Pramesti Cover : Ay Pramesti Cerita ini diikut-sertakan dalam kompetisi Grasindo Story Inc
All Rights Reserved
#149
tantangan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Crazy Marriage
  • GAIRAH CINTA HOT DUDA (TAMAT)
  • Poison Of Love
  • Me and You Are Too Different.
  • VALUNA( ON GOING)
  • Sabima Untuk Nasha
  • (LENGKAP | SELESAI REVISI) Hello... Dudaku... (Sequel Off M.Gant)
  • Silent, Please! (Re-up)

Ambar dan Romi membuat kesepakatan untuk menerima perjodohan mereka. Demi bisa hidup tenang tanpa campur tangan orang tua, mereka menikah, tapi sepakat untuk melanjutkan hidup masing-masing. "Mending gitu sih emang. Mana tahu kalau tinggal berdua gue khilaf ngapa-ngapain lo ye kan," kata Ambar, "gue mesum soalnya," tambah wanita itu, sambil mengedipkan sebelah mata. "Gila," gumam Romi. Tak acuh, ia kembali berjalan. ______ Sayangnya, tragedi "bayar listrik" memaksa mereka untuk tinggal serumah. Satu rumah hanya berdua, tapi gaduhnya bisa luar biasa cuma karena kecoak atau celengan pecah. Niat hati ingin hidup tenang tanpa campur tangan orang tua, ternyata tidak semulus itu, Esmeralda. "Gila lo, Mbar." "Awas lo ya, Rom ...." "Mau ngapain?" potong Romi, tak gentar. "Mau gue perkosa." "Gue buntingin lo kalau berani perkosa gue," balas Romi justru menantang. "Buntingin sini kalau berani!"

More details
WpActionLinkContent Guidelines