Yang Terpendam

Yang Terpendam

  • WpView
    LECTURAS 119
  • WpVote
    Votos 10
  • WpPart
    Partes 16
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mar, ago 27, 2019
"Hentikan! "Kalian jahat, pergi dari sini. Nampak seorang anak perempuan yang menghentikan pembullyang yang di lakukan segerombolan anak. "Kamu tidak apa-apa,sini biar aku bantu". Terima kasih, ucap anak yang di buly tadi. "Namaku ayu,"ucapnya sambil mengulurkan tangan."Ali, ucap anak itu singkat". Kenapa mereka mengganggumu, kata ayu. Aku juga tak tahu sebabnya. Setiap mereka bertemu denganku pasti mereka mengganggu. Mungkin karna aku miskin dan tidak punya orang tua, ujar Ali dengan sedih. seharusnya mereka tidak melakukan itu. Aku akan melaporkan mereka, ini tidak bisa di biarkan. Mereka akan terus mengganggumu. "Tidak usah Yu,biarkan saja". Tapi Li, aku tidak bisa melihat ketidak adilan terjadi di hadapanku. Aku akan menjagamu dari mereka, ucap Ayu bersemangat. Tapi kan kamu perempuan, mereka bisa saja melukaimu, ujar Ali lirih. Kamu meremehkanku li, kata Ayu sambil menatap tajam Ali. Bu bukan begitu maksudku Yu, sahut Ali sedikit gugup. Aku hanya takut mereka menyakitimu. Tenang Li, aku bisa kok jaga diri. Ayah selalu mengajarkan aku untuk membela yang benar dan menolong yang lemah. Jadi kamu mau kan membantuku untuk melaporkan mereka. "Iya aku mau,tukas Ali". Janji, kata Ayu sambil mengulurkan jari kelingkingnya ke arah Ali. Janji, ucap Ali sambil melakukan hal yang sama. Keduanya pun lalu tersenyum. Ikrar janji itu pun diseakan di aamiini oleh seluruh alam. @@@
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Don't Go Away
  • Arsyilazka
  • Promise Me ( END )
  • He's My Husband [ REPUBLISH ]
  • Sweet RomanShit
  • syanin
  • Rumah Sepasang Luka ✓
  • Om, Ayo Nikah!
  • AIR MATA AWAN || YU JUNWON

"Itu tidak bisa ku lakukan karena aku tau, ini pasti first kiss mu juga. Begitu pun juga dengan ku. Jadi aku tidak punya hak untuk mencuri first kiss mu sebelum kita mengucapkan janji di depan pendeta dan semua orang." Ucapannya membuat ku tertegun. Baru kali ini aku mendengar ucapan yang begitu sangat simple dan terdengar kuno namun dengan arti yang sangat dalam. "Jadi pastikan untuk selalu menjaga first kiss mu itu agar tidak ada yang bisa mencurinya dari ku. Karena hanya aku yang boleh mencuri first kiss ketika kita nanti sudah mengucapkan janji di depan pendeta dan orang-orang banyak." Ucapnya lagi sambil tersenyum lebar yang membuat ku juga ikut tersenyum lebar. *** "Terus kalau kamu sendiri Soo A-ya? Apa yang membuatmu bisa tertarik dan berakhir jadi menyukainya?" tanya Yeji pada ku. Aku terdiam sejenak. Lalu kembali menatap kearahnya lama. Seketika terbesit moment dimana dia selalu tersenyum kepada ku dan menatap ku dengan sangat hangat. "Senyuman dan tatapannya." Jawab ku akhirnya. "Aku menyukai lesung pipinya ketika dia tersenyum. Dan tatapan hangatnya." Lanjut ku.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido