24 Juni 1982, Impact Galunggung Volcano

24 Juni 1982, Impact Galunggung Volcano

  • WpView
    Reads 25
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadMatureComplete Mon, Nov 26, 2018
Pada 24 Juni 1982, rute ini dipakai oleh City of Edinburgh, sebuah 747-236B nomor registrasi G-BDXH. Di pesawat udara, kapten pilot Eric Moody, berumur 40 tahun, didampingi co-pilot Roger Greaves tengah mengudara, mengawaki Jumbo Jet Boeing 747-200 dari British Airways Flight 9, dengan penumpang 248 orang dan crew 15 orang, total 263 orang. Malam itu takeoff dari Kuala Lumpur Malaysia menuju Perth, kemudian ke Melbourne, dan akan berakhir di Auckland Selandia Baru. Pesawat tersebut terbang menuju awan abu gunung berapi dari letusan gunung Galunggung, membuat seluruh mesin mati. Pesawat kemudian dialihkan ke Jakarta dan berharap agar mesin mereka dapat menyala dan mendarat di sana. Pesawat ini dapat keluar dari awan abu vulkanik, dan menyalakan kembali mesin walaupun gagal beberapakali, dan akhirnya dapat mendaratkan pesawat dengan selamat di Bandara Halim Perdanakusuma. Tak satupun orang terluka. Insiden Ini merupakan kisah nyata dan diangkat dalam sebuah acara serial TV Air Crash Investigation Yang Berjudul "All Engines Failed!"
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Flight
  • 1| LOSE IN MAY 1999 [END]
  • Safe Zone (✔)
  • My Plane Crashed [End]
  • Meraih Jannah Bersama (Mu) (TELAH TERBIT)
  • Petualangan Mencari Unicorn
  • Basir & Marianna [TERBIT]
  • 7 New Heroes & Jaemin
  • 7 Pendaki Bersaudara ✓
Flight

Kamu tau bagaimana sakit kehilangan orang tua diusia yang cukup belia?, apa kamu pernah merasakan sesaknya tidak punya siapa siapa didunia?, Pernahkah kamu merasa ketakutan seperti yang kualami saat kakak angkatku berusaha merencanakan kematianku?. Semua itu kurasakan, kualami dengan rentang waktu yang berdekatan saat usiaku bisa dibilang masih kanak kanak. Untunglah selama kesakitan itu berlangsung ada sesosok malaikat tak bersayap yang mampu memberiku pelukan hangat setiap saat. Untukmu.. Terimakasih.... Selama ini telah menjadi tempat ternyamanku untuk singgah. Menjadi tempat terbaikku untuk berkeluh kesah. Menjadi tempat pulang untuk aku yang kehilangan arah. Meski kutau jika hadirmu hanyalah sebagai tempat singgah untuk diriku yang sudah lama kehilangan rumah. Terimakasih.... Sudah menemaniku merajut mimpi yang tidak bisa kulakukan sendiri, menjadi bahu terkuat yang membantuku menghadapi rintangan bertubi tubi. Memberiku peluk hangat untuk jiwaku yang dilanda sepi dan selalu membuatku yakin jika semua yang terjadi akan bisa kulewati. Terimakasih.... Telah membantuku menyambung sayap sayapku yang patah, mengobati luka dahulu kuanggap mustahil untuk disembuhkan, menyelamatkanku dari kehidupan yang senantiasa terancam. Meski hidupmu bukanlah tentang aku, tapi hidupku bersumber dari cintamu. **<>**

More details
WpActionLinkContent Guidelines