MAGENTA

MAGENTA

  • WpView
    Reads 232
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Mar 30, 2020
Spoiler #1 "Untuk menjadi seseorang yang jahat, kau hanya perlu melukainya lagi dan lagi, dan untuk menjadi seseorang yang baik, kau harus menjaganya, menemaninya, dan ada hanya untuknya. Merepotkan bukan? Pilih mana?" tanya pria berjubah hitam tersebut. "KAU! Aku tidak sama denganmu! Berhenti membuatku melakukan apa yang kau suruh!" teriak Seongwu Melihat itu, Daniel dan Emilie yang bersembunyi di balik jerry can minyak meringis ngeri apa yang sedang dilihatnya. "Daniel, ayo kita selamatkan Seongwu." bisik Emilie. "Tidak, Em. Ketika kau mulai mencampuri urusan keluarganya artinya kau sangat lancang dan memilih bergabung dengan keluarganya, kau mau itu?" jawab Daniel masih memperhatikan Seongwu dengan seseorang dibalik jubah hitam itu tanpa menoleh sedikitpun. "Tapi dia merupakan bagian dari kita Daniel, aku tidak akan membiarkannya." ucap Emilie mulai bergerak di balik jerry can itu, tetapi Daniel menariknya hingga terjatuh di atas tubuhnya. "Kau! Tolonglah, aku akan mencari cara, tetapi tidak denganmu berada disana, kekuatanmu tidak bisa memadamkannya, ingat? Aku yang bisa membantunya." jawab Daniel dengan tajam. Emilie bergidik melihat tatapan itu kembali, tatapan pertama kali di kelasnya waktu itu, ketika menjadi anak baru. -----
All Rights Reserved
#284
ongseongwu
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Complete (END)
  • I CHOOSE YOU END
  • Queen And Her Devil Boy {Completed)
  • TIME will TELL {On Going}
  • [Season¹]•Mìngyùn Zhī Xiàn/命運之線/Thread of Fate [BL]✅
  • The Unknown | END
  • Dino aegi?
  • The Only Exception (Between Us)(ChengTian)(END)

"Ya, kau tidak punya mata? Lihat, buku ku jadi kotor!" Sosok yang sedang membersihkan seragamnya tersentak kaget mendengar pekikan tersebut. Matanya berkedip tidak percaya. Heol, jelas-jelas dia yang korban disini. Mengapa jadi dia yang di salahkan? Memberanikan diri, dengan perlahan dia menatap gadis bertopi di hadapannya itu. Seketika gadis berseragam sekolah itu menelan salivanya susah payah mendapati tatapan tajam di balik kacamata hitam tersebut, seakan siap menerkamnya saat ini juga. "J-jongsahamnida. Nde, aku yang salah," Yeri membungkuk dalam. Hanya cara ini yang terpikirkan olehnya. Yap. Gadis itu adalah Yeri baru saja pulang sekolah. Dia memutuskan untuk membeli minuman susu di tempat favoritnya sebelum pulang ke rumah. Tapi malah berakhir seperti ini. Joohyun menggeram kesal sambil melepas kacamatanya, mencoba menahan amarahnya yang siap meledak. "Aish, bisa-bisanya kau membuat ku kesal seperti ini," Hari pertamanya di kota kelahirannya saja sudah di sambut dengan hal seperti ini. Bagaimana kedepannya nanti?

More details
WpActionLinkContent Guidelines