Spoiler #1
"Untuk menjadi seseorang yang jahat, kau hanya perlu melukainya lagi dan lagi, dan untuk menjadi seseorang yang baik, kau harus menjaganya, menemaninya, dan ada hanya untuknya. Merepotkan bukan? Pilih mana?" tanya pria berjubah hitam tersebut.
"KAU! Aku tidak sama denganmu! Berhenti membuatku melakukan apa yang kau suruh!" teriak Seongwu
Melihat itu, Daniel dan Emilie yang bersembunyi di balik jerry can minyak meringis ngeri apa yang sedang dilihatnya.
"Daniel, ayo kita selamatkan Seongwu." bisik Emilie.
"Tidak, Em. Ketika kau mulai mencampuri urusan keluarganya artinya kau sangat lancang dan memilih bergabung dengan keluarganya, kau mau itu?" jawab Daniel masih memperhatikan Seongwu dengan seseorang dibalik jubah hitam itu tanpa menoleh sedikitpun.
"Tapi dia merupakan bagian dari kita Daniel, aku tidak akan membiarkannya." ucap Emilie mulai bergerak di balik jerry can itu, tetapi Daniel menariknya hingga terjatuh di atas tubuhnya.
"Kau! Tolonglah, aku akan mencari cara, tetapi tidak denganmu berada disana, kekuatanmu tidak bisa memadamkannya, ingat? Aku yang bisa membantunya." jawab Daniel dengan tajam.
Emilie bergidik melihat tatapan itu kembali, tatapan pertama kali di kelasnya waktu itu, ketika menjadi anak baru.
-----
Ketenangan Dorison terusik saat mendapat tetangga baru yang super cengeng, tetangga baru yang suka berteriak dan membuat keributan tak jelas, sampai akhirnya kesabaran Dorison habis. Dia memberanikan diri untuk menegur tetangganya tersebut, namun siapa sangka dia malah terjerat oleh mata sembab milik tetangganya yang menurutnya sangat indah. Akhirnya dia memutuskan untuk bertahan, membiasakan diri sampai suara yang menganggu itu berubah menjadi candu.
"Jangan berisik ya, Kakak lelah mau istirahat." -Dorison Kheil.
"HARRRGGHHH!!! BUAYA MARAH INI SEPERTI COCOBI!!!" -Rekana Athami