Diksi

Diksi

  • WpView
    Reads 81,486
  • WpVote
    Votes 2,197
  • WpPart
    Parts 119
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Apr 1, 2024
Puisi tidak pernah selesai, sebab rasa tidak pernah usai. Percayalah, kelengkapan dari puisi ini ialah bagaimana kamu merasa bahwa kamu ada di dalamnya, maka kamu dan puisi ialah kelengkapan.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ruang Kosong di Antara Jingga
  • Menanti dalam istiqomah
  • Diam
  • Infinity
  • Sajak Rasa Tentangnya Yang Istimewa
  • Can You Give Me One More Chanche
  • Elegi Roman Remaja
  • Peupuiesisi
  • Goresan Pena

Dalam buku ini, kita menemukan potret paling sempurna dari kita, seperti melihat kembali album kenangan yang takkan pudar. Walau waktu terus berputar, di antara halaman-halaman ini, kita masih bisa merasakan getaran kebersamaan yang takkan hilang. Dan dalam setiap belahan kata, dalam setiap kalimat, aku masih ingat semuanya - setiap momen, setiap tempat, dan terutama, setiap detik di antara jingga senja yang begitu berarti bagi kita. Aku ingin mengajak pembaca untuk merenung, merasakan, dan meresapi setiap momen yang ada dalam hidup. Dalam ketenangan dan keheningan, novel ini mengajarkan tentang makna cinta, keberanian untuk melepaskan, dan keajaiban peralihan dalam hidup. Aku ingin memberikan pengalaman membaca yang mendalam tentang arti cinta, harapan, dan momen-momen peralihan yang membentuk kehidupan. Semoga novel ini akan menjadi perjalanan yang tak terlupakan di dalam keindahan senja dan keheningan jiwa. Kisah cinta yang tak kesampaian, impian yang tertunda, dan rahasia yang tersembunyi, semuanya tercipta dalam "Ruang Kosong di Antara Jingga"

More details
WpActionLinkContent Guidelines