Diksi

Diksi

  • WpView
    Reads 81,486
  • WpVote
    Votes 2,197
  • WpPart
    Parts 119
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Apr 1, 2024
Puisi tidak pernah selesai, sebab rasa tidak pernah usai. Percayalah, kelengkapan dari puisi ini ialah bagaimana kamu merasa bahwa kamu ada di dalamnya, maka kamu dan puisi ialah kelengkapan.
All Rights Reserved
#341
caption
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Sajak Rasa Tentangnya Yang Istimewa
  • Menanti dalam istiqomah
  • Can You Give Me One More Chanche
  • Elegi Roman Remaja
  • Air Mata Cinta
  • Ruang Kosong di Antara Jingga
  • Diam
  • Ruang Diksi [Completed]
  • Goresan Pena
  • Aksara Tak Bertuan

Ada yang dituliskan karena ingin disampaikan. Ada pula yang dituliskan hanya untuk dikenang dalam diam. Sajak Rasa bukan sekadar kumpulan kata, melainkan perjalanan rasa yang lahir dari tatapan yang terlalu lama, dari rindu yang tak terucap, dan dari keberanian yang terlambat datang. Ini adalah kisah seorang mahasiswa sastra yang jatuh pada keindahan yang sulit didefinisikan-tentang Aini, sosok yang tanpa sadar telah menjadi pusat semestanya. Setiap pertemuan singkat, setiap kebetulan yang diciptakan takdir, menjelma menjadi bait-bait yang ia rangkai tanpa tahu bagaimana akhirnya. Antara kopi yang mulai dingin, rokok yang terbakar perlahan, dan petikan gitar yang menggema di sudut malam, ia terus bertanya: Selanjutnya apa? Sebuah catatan kecil tentang rindu, kebingungan, harapan, dan kenyataan. Tentang mencintai dari jauh, tentang menulis tanpa perlu dibaca, dan tentang bagaimana kata-kata bisa menjadi tempat pulang bagi hati yang tersesat. Genre: Romansa, Sastra, Slice of Life Tag: #puisi #sajak #cinta #rindu #romansa #sastra

More details
WpActionLinkContent Guidelines