Jodoh itu rahasia Tuhan, mutlak

Jodoh itu rahasia Tuhan, mutlak

  • WpView
    Reads 5
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Nov 7, 2018
menikah adalah sebuah proses yang ku idamkan saat usiaku menginjak 24 tahun. Dalam untaian doa yang panjang tak henti hentinya ku pinta pada Yang Maha Pengasih. Alhamdulillah, pada tahun ini Allah kabulkan doaku. sejenak ku ingat bahwa kami berproses dengan tidak pacaran bukan pula dengan taarufan. kami dikenalkan oleh seorang guru mengaji yang sekaligus sudah ku anggap kakak. jatuh bangun proses menemukan pasangan hidup yang sedang ku alami saat itu membuatku sempat meminta pendapat orang yang lebih tua. sebut saja namanya, Buya Husni, biasa ku panggil Uda. beliau bersikeras memperkenalkanku dengan suamiku sekarang. padahal aku sempat ragu karena kami tidak saling kenal meskipun kami satu organisasi, satu kampus dan bersebelahan kampung. tapi kebanyakan teman teman sekelasnya aku kenal. (hahaha). aneh memang. Kami pertama kali bertemu pada tanggal 26 November 2017 lalu bertunangan pada 12 April 2018, menikah pada 11 Agustus 2018. proses itu menjadi agak lama karena kami harus mengikuti adat daerah dulu yang lumayan rumit, terutama dari segi angka angkanya, hehe. aku tidak bisa menjawab pasti apa yang membuat ku yakin memilihnya begitupun beliau juga tak tau kenapa memilihku, padahal saat pertama kami berjumpa sejujurnya masing masing kami sedang mengagumi orang lain, hahaha. tapi itulah jodoh, tidak bisa diterka tidak bisa diduga, mutlak kuasa Allah. Alhamdulillah demi Alhamdulillah setelah kami menikah Allah limpahkan rasa kasih sayang dan ketenangan ketika kami berdekatan dan saling merindukan dikala jauh.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Not A Perfect Husband ✔
  • PERJODOHAN KEJUTAN (TAMAT)
  • Belum Siap
  • Afwan Hanum ✔ [SELESAI]
  • TANGISAN TERAKHIR
  • "PERJUANGAN CINTA BEDA AGAMA"
  • My Sweet Polar Husband [End]
  • Mas Mas Sekretaris Kabinet (Completed)
  • A Day In My Love

Saat sebuah lamaran mendadak datang ke rumahku oleh Bu Lia, dengan begitu semangat aku menyetujuinya tanpa berpikir dua kali karena yang ada di bayanganku saat itu adalah berdiri berdampingan dengan senyum lebar bersama mas Herman, setidaknya itulah yang ku pikirkan sampai aku lupa untuk menggunakan pikiran dan akal sehatku, aku melupakan satu fakta penting bahwa anak Bu Lia bukan hanya mas Herman seorang!! Dan saat lamaran dadakan itu tiba, betapa terkejutnya aku, bukan mas Herman lah yang akan menikah denganku melainkan pria menyebalkan sekaligus penghancur masa remajaku yang bahagia. Rasanya aku ingin melarikan diri saja entah kemana, tapi ternyata tidak semudah itu melepaskan diri darinya dan ketika aku mempunyai alasan untuk melepaskan diri darinya, hati ini sudah enggan untuk pergi. *** ".... anaknya Bu Lia mau ngelamar kamu." "Hah?! Apa?!" mulutku seketika melongo, serius pak ustad itu ngelamar aku?! Ya Allah, sujadah mana? Aku mau sujud syukur, alhamdulillah ya Allah. "Aku mau kak! Aku mau!" jawabku dengan penuh semangat."Kapan dia mau lamar aku kak? kapan?! Sekarang juga boleh kak, aku udah siap, ya Allah. Aku siap kak!" ucapku semangat dengan senyum yang semakin melebar, bayangan tubuh gagahnya yang di balut tuksedo itu saja sudah membuat ilerku bergerak keluar, mahar surah Ar-Rahman pun aku mau ya Allah. *** .... kak Prita menuntunku menuju ruang tamu, aku melebarkan senyumku, disana ada Bu Lia, ada mas Herman, ada-- Tunggu, kenapa Randa memakai pakaian yang senada denganku?! Tunggu, apa aku melewatkan sesuatu?! Aku butuh udara, oksigen mana?! "Kak, kok dia pake baju yang sama kayak aku?" tanyaku tersedak, kepalaku tiba-tiba pening seketika. "Kan Randa yang ngelamar kamu," jawabnya yang seketika membuatku syok berat. *** Mari mampir ???????? ^^

More details
WpActionLinkContent Guidelines