Senja Sepi dan Sendiri

Senja Sepi dan Sendiri

  • WpView
    Membaca 178
  • WpVote
    Vote 9
  • WpPart
    Bab 5
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Rab, Jan 30, 2019
WpInfo
Puisi
Perihal rasa yang tak mudah di ucap oleh kata. Mencintai tanpa meminta di Cintai kembali. Dan akhirnya jatuh cinta sendirian terjadi lagi lagi dan lagi~ -Coretan kata hati- seorang pengagum pejuang memiliki. Tentang luka berkepanjangan akibat jatuh cinta sendiri(an). Tentang menyukai namun tak sempat memiliki. Tentang mengagumi meski tak pernah di hargai. Tentang sebuah rasa tanpa kata, maka dari itu ku tuliskan saja. Menjadi sebuah kalimat berfrasa, entah kamu akan mengerti atau tidak, yang penting kamu sempat membaca-nya. (This book is My story is in the form of simple poetry) -Follow me -Vote -and get reading:)
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#959
sepi
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Ketika Tulisan bercerita?
  • DikaRanggi
  • Cinta dan Takdir Rania [End]
  • Senandika Hati
  • Just Words
  • JATUH CINTA SETELAH MENIKAH
  • You're Here, But Not For Me
  • Sekali Lagi (End)
  • Rasa Tanpa Kata

begitu kelelahan mulai menyeruak, mengaduh suasana gelap berteman lagu sendu pilu, ku coba tuliskan segalanya tentang isi hatiku yang menolakmu ada dalam pikiranku lagi. ketika yang ku tahu bahwa sia-sia selama ini selalu berharap padamu. sia-sia untuk waktuku yang terbuang merindukanmu. ~ ketika aku diberi kesempatan memilikimu, tidak dengan waktu yang lama, senda gurau kita berubah diam. tak bertegur sapa layaknya tak pernah kenal sebelumnya. tak ada salam perpisahan, setidaknya berusaha membuat keadaan pahit itu menjadi manis sebelum kita benar-benar tak saling melihat lagi, Tidak ada! baru saja aku berusaha mengucapkan kata "sayang" padamu. barusaja aku menghapus kenangan lama. namun, kamu datang lagi dengan kisah yang sama. meski kadang aku merasa bodoh, dengan keistimewaan yang mengecewakan. aku cukup bahagia sempat, sekali saja, bersamamu. menghabiskan separuh malam kita bercerita ria lewat handphone. Terima kasih teruntukmu.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan