The Game
  • WpView
    Reads 813
  • WpVote
    Votes 178
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, May 19, 2019
Semua berawal dari Jimin yang memenangkan sebuah lotre liburan ke Inggris bersama ke 6 temannya tanpa mereka sadari semua itu adalah rancangan yang memaksakan mereka untuk bertahan menghadapi apapun sambil bermain game. Akankah mereka berhasil kembali? Atau terkurung selamanya? "Sesuatu mengintai dan mengejarku, tapi aku tidak bisa melihatnya" - Jimin "Aku terkurung di ruangan gelap dengan sebuah lilin di genggamanku, tapi.. Tubuhku licin kurasa ini minyak" - Namjoon "Cepat keluar dan selamatkan kita, kau satu satunya yang belum tertangkap" Jungkook "Kalian lupa? Aku belum mati tetapi aku tidak pernah hidup" Anonymous
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Black Out III
  • ᴘʜᴇɴᴀᴋɪꜱᴍ [✓]
  • King of Demigod : Into The New World
  • A MISSION AND BROTHER'S
  • Blood, Sweat and Tears - BTS [END]
  • THE HOPE (✓)
  • WAS
  • two-piece ; myg💢
  • Bangtan Adventure : With Sholmes (BTS) [END]
  • That Damn Fate! [END]

"Ini mati listrik yang... luar biasa..." -Sungwoon- "Apa ini perbuatan alien?!" -Minhyun- "Kenapa kalian begitu histeris?" -Jaehwan- "Apa dia masih hidup?" -Woojin- "Tidaaak!!!" -Seongwoo- "Tidak! Aku buta!" -Daniel- "Tubuhnya tidak bergerak sama sekali, merespons juga tidak!" -Guan Lin- Sungguh malam Minggu yang hebat. Dalam benak kami terlukis sebuah pemandangan indah di malam Minggu, meski para jomblo konon menderita pada malam tersebut oleh kutukan yang terkadang sulit dicabut itu. Malam ini berbeda 180 derajat, tak pernah seumur hidupku terbayang akan malam menakjubkan ini. Kalangan yang takut akan malam ini tak hanya kami yang masih lajang, mereka-mereka yang sedang menjalani hubungan pun tak akan absen dalam memproduksi jeritan. Apa hanya jeritan? Mungkin air mata pun ikut serta. Beruntung sekali diriku masih waras setelah mengarungi malam yang panjang ini. Hanya rembulan dan cahaya ponsel sebagai alat bantu kami dalam petualangan di kegelapan. Kisah yang tertuang pada malam ini benar-benar di luar nalar. Siapa sangka berdiam di dalam rumah itu aman? Siapa sangka yang tadinya kawan bisa menjadi musuh? Siapa sangka yang baru saja tersenyum tulus tiba-tiba menancapkan pisau ke dada kita satu detik kemudian? Siapa sangka orang yang satu menit lalu berbincang bersama kita, satu menit kemudian ia ditemukan sudah terkapar di lantai dengan tubuh bersimbah darah? Bahkan seorang peramal pun tak akan sanggup menerawang perihal untaian kejadian malam ini dengan tepat. Hanya Tuhan yang tahu akan misteri itu. Di sini kami melewati malam ini dengan mempertahankan nyawa. Aku dan kumpulan lelaki tersebut sungkan tak sungkan harus ikut menyumbangkan cerita kami untuk malam ini, atau mungkin menyumbangkan jiwa dan raga? Tak ada yang tahu. -Sua (Reader/OC)- *CERITA MENGANDUNG KEKERASAN. MOHON UNTUK TIDAK DITIRU.

More details
WpActionLinkContent Guidelines