Story cover for ONLINE by wirmaoks
ONLINE
  • WpView
    Membaca 242
  • WpVote
    Vote 40
  • WpPart
    Bab 3
  • WpView
    Membaca 242
  • WpVote
    Vote 40
  • WpPart
    Bab 3
Bersambung, Awal publikasi Nov 08, 2018
Orang bilang, punya banyak uang. Pasti punya banyak teman.

Mereka bilang, punya keluarga yang utuh, juga berkecukupan, apalagi anak tunggal. Paket lengkap bahagia.

Tapi, tidak semua begitu. Hanggini Ananda Zahra. Tak pernah sekalipun mengecap manisnya bahagia.

Hidupnya hanya berputar dalam hitam dan abu. Memilih bertahan untuk menangis, atau mati untuk ditangisi-tak pasti juga. 

Sampai, suatu hari, ia paham akan terbitnya matahari bukan hanya untuk menyinari bumi. Tapi juga menghangatkan seisinya. 

Mempunyai keluarga virtual membuat ia bertahan dengan semuanya. Selamanya, atau sementara. Tak ada yang tahu.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Daftar untuk menambahkan ONLINE ke perpustakaan kamu dan menerima pembaruan
atau
Panduan Muatan
anda mungkin juga menyukai
anda mungkin juga menyukai
Slide 1 of 9
RUANG DEPRESI [ END ] cover
Tikungunya cover
Dibawah atap yang salah (hiatus) cover
AL: Stand Alone [END] cover
Nathalea cover
Haruskah Mati? √PART LENGKAP [TERBIT] cover
Kesedihan [SELESAI] cover
Rumah Tanpa Jendela (HIATUS)  cover
HIDDEN I (The End) cover

RUANG DEPRESI [ END ]

39 bab Lengkap

"Tolong ceritakan padaku, bagaimana rasanya mempunyai keluarga yang utuh? Tolong jelaskan padaku, bagaimana rasanya hidup tanpa setitik luka yang menerpa! Aku ingin bahagia seperti mereka! Walau hanya satu kali saja!" Cinta dan Luka sama-sama Zeline rasakan, tetapi luka itu hadir lebih unggul daripada rasa cinta yang nyata, bukan hanya omong kosong tidak berguna saja. Ruang Zeline sepi, ruang Zeline kelam, bantu Zeline keluar dari ruang depresi. Zeline tidak pernah merasakan, bagaimana rasanya disayang, dimanja, dan diperhatikan. Hari demi hari, detik demi detik, yang Zeline nanti yaitu perdamaian kedua orang tuanya. Zeline merasa banyak kurangnya, Zeline menginginkan ketulusan yang sebenarnya, bukan hanya kata permainan perasaan saja. Sejak kecil, beranjak remaja Zeline menyaksikan perseteruan itu masih saja terasa. Rasa sesak terasa di dalam dada, seketika atmanya mulai merasa bahwa diri ini tidak ada apa-apanya. Bahkan sampai nafas berakhir sekalipun, Zeline akan terus berusaha untuk menerimanya, sampai Sang Maha Kuasa berkata. "Waktunya beristirahat dengan tenang." Ditulis oleh: CALGHIFARI Start: 25 November Finish: (?)