ONLINE

ONLINE

  • WpView
    Reads 246
  • WpVote
    Votes 40
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, May 16, 2020
Orang bilang, punya banyak uang. Pasti punya banyak teman. Mereka bilang, punya keluarga yang utuh, juga berkecukupan, apalagi anak tunggal. Paket lengkap bahagia. Tapi, tidak semua begitu. Hanggini Ananda Zahra. Tak pernah sekalipun mengecap manisnya bahagia. Hidupnya hanya berputar dalam hitam dan abu. Memilih bertahan untuk menangis, atau mati untuk ditangisi-tak pasti juga. Sampai, suatu hari, ia paham akan terbitnya matahari bukan hanya untuk menyinari bumi. Tapi juga menghangatkan seisinya. Mempunyai keluarga virtual membuat ia bertahan dengan semuanya. Selamanya, atau sementara. Tak ada yang tahu.
All Rights Reserved
#882
luka
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Malika dan Luka [TERBIT]
  • Rumah Tanpa Jendela (HIATUS)
  • HIDDEN I (The End)
  • Kesedihan [SELESAI]
  •  ANATHA
  • Menyerah atau Bertahan?
  • ON REMEMBERING
  • Paradise
  • Aluka (Proses Penerbitan)
  • Dibawah atap yang salah (hiatus)

Hidup di dalam keluarga lengkap dan bergelimang harta tak selamanya indah menurut seorang Malika. Gadis cantik yang baru menginjak SMA ini bisa dibilang sangat kesepian. Hidup di rumah mewah hanya dengan seorang pembantu dan supir karena kedua orang tuanya yang sibuk dengan pekerjaan masing-masing. Tak ada kata sempurna dalam diri Malika. Keluarga, pertemanan, pasangan ia tak mendapatkan semuanya. Kata orang keluarga adalah rumah ternyaman. Namun, rumah ternyaman menurut Malika adalah diri sendiri. "Ma, Pa, Malika capek," "Malika harus kuat, Malika bisa!" "Tapi Malika udah gak kuat Ma, Pa!"

More details
WpActionLinkContent Guidelines