To be your wife

To be your wife

  • WpView
    Reads 11,620
  • WpVote
    Votes 1,086
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Nov 12, 2018
Cinta adalah perasaan terlarang bagi Hani. Dia merasa cinta hanya membodohkan manusia dan dia tidak ingin menjadi bodoh. Saat dia dipaksa menikah dengan pria yang lebih muda, yang terlihat jauh dari kata siap menikah, dia sudah berjanji tidak akan pernah melibatkan perasaan cinta. Baginya, tujuan hidupnya hanya melindungi adiknya, Dito. Tapi ... pria itu ... Atthar Mauza ... membuatnya merasa bahwa mengingkari cinta yang ada di antara mereka itu sebagai suatu kesalahan. Berkali-kali Hani menjauh, berkali-kali Atthar menariknya mendekat. "Silahkan temui dia setelah kamu menanda-tangani surat cerai kita ini, Atthar." "Tidak. Tidak akan. Tujuanku ke hotel ini menemui dia, adalah untuk mempertahankan pernikahan kita. Kalau kita malah jadi berpisah, buat apa aku mendatangi dia lagi? Ayo pulang!" "Tidak! Kita akan bercerai!" "Ngomong apa sih? Udah, ayo pulang!" Atthar menarik tangan Hani secara paksa. Membuat mereka menjadi bahan tontonan semua orang. Hani sadar bahwa ikatan mereka jauh dari kata sepakat karena Atthar memaksakan kehendaknya untuk mengklaim Hani sebagai istrinya. Tapi, tidak bisakah Atthar bersikap dewasa dan menjadi suami yang baik? Tidak bisakah Atthar bersikap lebih baik sehingga semua keraguan Hani sirna? Tidak bisakah Atthar mempermudah Hani yang sedang berusaha menjadi istri yang baik?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • DALAM DETAK (SELESAI)
  • Cinta untuk Cinta [TAMAT||SEDANG REVISI]
  • Xless Marriage
  • Sepotong Hati Tanpa Nama
  • AKSARA
  • PAMIT (END)
  • Bukan Istri Impian (End)
  • HANATHAR [END]
  • Sepasang Sepatu Tanpa Arah [END]
  • BROKEN HEART [END]

[ CERITA DIPRIVASI ] Semua orang berlomba bergaya, bekerja, berkomunikasi demi mendapatkan satu rasa yang disebut; Cinta. Hingga lupa pada takdir yang tak selalu menuruti kehendak, sebab ada empunya. Kalau saja cinta selalu seindah bait puisi milik Penyair ternama, mungkin perjuangan benar tak ada artinya. Namun, lagi-lagi, konspirasi alam tak pernah memiliki jadwal. 'Ia' berputar semaunya. Mengitari manusia yang tanpa tahu malu terus berangan. Atau ... justru mendukung mereka para pesimis. Apakah ketika mencintai, kau selalu siap dengan patah hatinya? Hei, kedua hal itu adalah paket wajib yang tak akan bisa kau pilih salah satu. Percayalah, senikmat apa pun cinta yang kaurasa hari ini, kelak alam akan memintanya untuk menghancurkanmu. Menjadi kepingan raga, rasa yang hancur dan kau menderita. Apakah menakutkan? Tidak. Karena manusia selalu merasa dirinya yang terhebat. Berpikir mampu bertahan dalam duka yang teramat. Berangan mampu mengubah cinta menyiksa menjadi bahagia penuh euforia. Bukankah manusia itu makhluk paling serakah? Ia tidak pernah berpikir, kalau segala sesuatu memiliki batas. Kecuali, Sang Pencipta. Maka, beginilah ritmenya; Cinta-->Bahagia-->Jenuh-->Luka-->Mengakhiri/Memperbaiki? Selamat Membaca! Salam, Curious_ Ditulis-Diakhiri: Maret 2017

More details
WpActionLinkContent Guidelines