Story cover for Rintik rindu by Pingkansholistia
Rintik rindu
  • WpView
    Reads 39
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 2
  • WpView
    Reads 39
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 2
Ongoing, First published Nov 08, 2018
Perkenalkan ini aku bukan rindu,
Tidak semu, juga bukan pecandu.
Menikmati hujan juga sang senja,
Rintik, namun lebih deras dari sebelumnya.

Kini, senjaku hilang di makan usia,
Tertelan oleh bumi tak berdosa,
Yang jadikannya segala,
Namun berbeda dari sebelumnya.

Harusnya kini ku lupakan,
Tentangmu dan sebuah candaan,
Termakan rayuan yang tak karuan,
Pada hati yang tak tau arah dan tujuan.

Padamu yang selalu dan ingin ku lupakan,
Hujan yang selalu ingin ku hindarkan,
Dan senja yang selalu ingin ku perjuangkan,
Namun aku tetap tak mengerti apa yang seharusnya ku tetapkan.
All Rights Reserved
Sign up to add Rintik rindu to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
"ARGON" Untukmu Bidadari Hatiku by D_Prayogo
5 parts Complete
semua kisahku bermula saat pertama engkau hadir dihadapan mataku. wajah itu tak pernah hilang dari bayangan anganku. selalu menghanyut senyummu dalam kalbuku. semua kisah puisi hanya menggambarkan tentang keindahan dirimu. tak pernah bosan tanganku menulis untukmu. tak pernah lelah jemariku melukiskan indahnya parasmu. sinar mentari,tiupan angin,desiran rumput,kemersik daun,kicauan burung,gemercik air, bag menggambarkan pesona indah parasmu. alunan seruling bambu,senduh dentingan gitar, terus mengiringi merdu suaramu dalam relung hatiku. tak pernah lupa selalu terngiang dalam kepalaku " bang Ar!". setiap saat, setiap hari, aku berusaha selalu ada untukmu. menjagamu sekeras apa pun, membimbingmu sejauh apa pun, menuntunmu sesulit apa pun. bagai sepasang merpati yang selalu terbang beriringan, bagai sepasang kelinci yang selalu melompat bersamaan. namun, aku hanyalah akar untukmu. yang menopangmu, menjaga agar kau tetap berdiri.namun, aku hanyalah aliran air untukmu. yang menjadi wadah untukmu berenang semakin jauh. senyummu adalah bahagia untukku, namun tangismu bukanlah sedihku. karena aku harus kuat untuk membuatmu tersenyum sepanjang hari. hingga kau melantunkan suara merdumu "bang Ar!". namun, bagai dentuman guntur di siang bolong, bagai derasnya hujan di panas terik. semua berubah karena ke egoisanku. karenaku, bunga yang indah mekar kini layu dan gugur. karenaku, angin sepoi peniup melodi kini menjadi badai topan yang ganas. yang tinggal hanya dentingan pedang yang beradu, hanya desingan peluru yang memburu. saling membekas luka, menyayat sembilu dalam relung hati. menjatuhkan merpati, membinasakan kelinci, menumpahkan darah di sepanjang perjalanan yang tersisa. kini hanya ada akar tanpa pohon, air tanpa ikan, dan selembar kertas putih. kini yang terbakar hanya amarah yang mengatakan "tolong jauhi aku!".
You may also like
Slide 1 of 10
Puisi 'tuk kau, Yang merindu cover
"ARGON" Untukmu Bidadari Hatiku cover
ENDING SCENE (JIMINX YOU) cover
Senja Rindu Pagi cover
Setulus Rasa Untuk Kehidupan cover
RUMPANG RAMPUNG cover
Bumaga i Ruchka cover
Barisan Penyesalan cover
Untuk Dimas (End) REVISI cover
Hujan [ PUISI ] ✔️ cover

Puisi 'tuk kau, Yang merindu

155 parts Ongoing

Merindulah jika hati tak sanggup untuk berjauh, merindulah sampai hatimu menggebu ingin memanggil namaku. kau pantas merindu untuk hal-hal yang kau anggap peneduh. kau bisa saja pergi, kau bisa saja kembali itu terserah kepututusanmu. tapi rindu akan utuh dalam benakmu yg selalu sendu. "kita hitam dan putih tah seharusnya menyatu,pergilah cari warna yg bisa kau satukan"-kamu❤ Sedikit kata yang kurangkai dan kudedikasikan untuk seseorang yang pernah menetap bertahun-tahun lamanya, serta pergi tanpa di minta dan menyakiti tanpa diduga?