Story cover for My Wind by Linatuzzakiyah
My Wind
  • WpView
    Membaca 41
  • WpVote
    Vote 3
  • WpPart
    Bab 2
  • WpView
    Membaca 41
  • WpVote
    Vote 3
  • WpPart
    Bab 2
Bersambung, Awal publikasi Nov 08, 2018
Hah! Gue make jaket siapa??
Dipinggir jalan sepi kek gini, ujan ujan lagi,jangan-jangan.. Setaan!!! Mamah Caca takuut 

Sedari tadi angin memeluknya.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Daftar untuk menambahkan My Wind ke perpustakaan Anda dan menerima pembaruan
atau
#13rukun
Panduan Muatan
anda mungkin juga menyukai
DIKANESHA oleh yunnicunil
16 bab Bersambung
Lahir sebagai anak di luar nikah menjadikan hidup Nesha sejak awal dipenuhi bayang-bayang takdir yang tidak ia pilih. Kedua orang tuanya terpaksa menanggung keputusan pahit, sementara ia tumbuh dengan membawa beban yang tidak pernah ia minta. Dari kecil, Nesha belajar bahwa cinta dan komitmen bukanlah janji manis, melainkan luka yang diwariskan. Rasa takut akan keterikatan membuatnya menutup rapat hati, seolah membangun benteng tinggi agar tak ada lelaki yang bisa menyentuh ruang terdalam jiwanya. Namun, satu pengecualian. Dika. Bersama Dika, Nesha menemukan versi dirinya yang paling jujur-tanpa topeng, tanpa pura-pura. Sebuah ruang aman yang tak pernah ia rasakan bersama siapa pun. Hanya saja, sebuah keadaan memaksa Nesha dan Dika pada ikatan yang paling ia hindari-pernikahan. Sebuah janji yang selama ini menjadi ketakutannya yang paling besar. Dan kini, ia harus menghadapi kenyataan bahwa lelaki yang selama ini ia percayai, justru adalah orang yang menggenggam kunci takdir barunya. - "Bajingan! Anak setan! Binatang sialan! Dasar satwa liar! Cowok keparat! Orang cabul! Lo apain gue malem itu hah!?" - Nesha mendesis di sana. "Ya lagian, masa gue gak ngerasain apa apa abis begituan." "YA EMANGNYA LO HARUS NGERASIN APA?!" "YEE APA KEK, GAK BISA JALAN ATAU GIMANA. MASA GAK SAMA KAYAK YANG DI BUKU BUKU, LO NYA GAK JAGO KALI!" - "Gue gak bisa janjiin pernikahan yang bahagia, menurut standar Lo. Tapi gue bakal usahain, jadi rumah buat Lo pulang. Rumah yang aman buat Lo tinggal, rumah yang nyaman buat Lo berbagi, susah ataupun senang." "Mau ya nikah sama gue?"
Eliinaa oleh vfryfrljnvsnmtm
5 bab Lengkap
Apa yang terlintas di benak kalian ketika mendengar kata 'Rumah' ? Tempat nyaman dipenuhi kehangatan? Tempat berlindung dari terpaan badai kehidupan? Pasti itu kan yang terlintas di benak kalian? Sayangnya, 'Rumah' yang ada di kehidupanku jauh berbeda dari semua itu. Kehangatan berubah menjadi kepedihan. Tempat yang seharusnya jadi tempat berlindung justru jadi tempat yang paling membuatku tertekan. Aku tidak iri, sungguh. Aku hanya ingin merasakan bagaimana rasanya ketika dipeluk oleh ayah dan ibu dengan penuh kasih sayang. Sarapan bersama ayah, ibu, kakak dan aku di pagi hari sambil tertawa ria karena masakan ibu yang gosong mungkin? atau jatuh dari motor saat sedang belajar mengendarainya lalu ayah akan datang dan membantuku berdiri, menenangkanku sambil berkata "Gapapa, ini biasa terjadi kok kalo lagi belajar, pernah dengar pepatah 'kamu nggak bakal bisa berdiri kalau nggak pernah jatuh' kan? Nah, kasus kamu sekarang sama kayak pepatah yang ayah bilang tadi." ? atau saat adzan tiba, ayah akan mengajak ibu, kakak dan aku untuk sholat berjamaah dengan ayah sebagai imamnya ? atau mungkin menjahili kakak yang sedang sibuk belajar lalu aku akan dihadiahi kejar-kejar an dan berakhir dengan aku yang terjatuh lalu menangis, kemudian ibu akan datang mengobati lukaku akibat aksi kejar kejar an tadi sambil mengoceh? Benar-benar keluarga impian bukan? Ya, benar, karena itu 'keluarga impian' maka itu hanya akan jadi 'mimpi' saja. Itu tidak terjadi di kehidupan nyata. Ya, mungkin ada, tapi bukan kehidupanku. Sekarang, rumah sudah tidak lagi menjadi tempat ternyaman dan penuh kehangatan seperti yang kurasakan dulu. Kini rumah hanya menjadi tempat berteduh dari panas dan hujan. Aku telah kehilangan, dan rasa kehilangan ini telah membuatku takut untuk memiliki.
Berlian Kagastra  oleh sintyananabila
20 bab Lengkap
Apa jadi nya kalau kalian yang malem-malem gabut terus keluar rumah tanpa izin, pulang-pulang malah bawa bayi?. Itu yang di alami oleh si kembar empat. Habis di omelin, diam-diam keluar rumah tengah malam karena gabut, eh malah denger suara bayi nangis. Mau kabur tapi penasaran itu bayi beneran atau bayi jadi-jadian. Kalau di samperin takut, kalau memedi gimana?. Dan betapa puyeng nya papa Samudra yang punya anak kelakuan ajaib semua. Tenang engga, stress iyyap. "Pulang dah yok! Gue takut!", "Sabar elah! Kalau bayi beneran gimana? Tega Lo biarin bayi malem-malem di luar gini?", "Kalau bayi jadi-jadian gimana?!", "Ya tinggal gue buat penawaran, Lo gue jadiin seserahan ke setan nya", "HARJA MONYET!!! GUE MAKAN SINI LO ANJAY!", "Tenang kak, ada Zayn yang bakal ngelindungi kita", "Kok gue?", "Ya kan badan Lo gede, kalau setan nya macem-macem bisa Lo tampol... Nggak mungkin kalau gue yang nge backup, yang ada kalah duluan sebelum perang", . . . . "KALIAN MASIH KECIL KENAPA UDAH PUNYA ANAK?! NGAKU SAMA PAPA! ANAK SIAPA?!", "Anak orang lah pa-", "Papa nggak ada bilang anak memedi ya pinter!", . . . . "Dulu Lo lucu lho, kok sekarang kayak monyet lepas kandang ya kelakuan Lo... mau gue balikin ke habitat Lo, takut nya Lo nyaman di sana", "Jahat bener, masa Juan mau di kembaliin ke hutan...", "Tenang Ju, selama ada Caleo, bang Harja nggak akan bisa bawa Juan ke hutan", . . . . Yuk kepoin yukkk, kisah keluarga lagi nich. Nggak absurd bin ajaib bukan Kagastra family nama nya.
anda mungkin juga menyukai
Slide 1 of 9
DIKANESHA cover
Senyum untuk Kejora (COMPLETED) cover
diary pertengahan✓ cover
Eliinaa cover
kamu tidak sendiri cover
Tiga penjaga papa (END) cover
CENGKRAMAN DIRGA'S cover
Berlian Kagastra  cover
[2] Keluarga Kaktus | Ondah Family cover

DIKANESHA

16 bab Bersambung

Lahir sebagai anak di luar nikah menjadikan hidup Nesha sejak awal dipenuhi bayang-bayang takdir yang tidak ia pilih. Kedua orang tuanya terpaksa menanggung keputusan pahit, sementara ia tumbuh dengan membawa beban yang tidak pernah ia minta. Dari kecil, Nesha belajar bahwa cinta dan komitmen bukanlah janji manis, melainkan luka yang diwariskan. Rasa takut akan keterikatan membuatnya menutup rapat hati, seolah membangun benteng tinggi agar tak ada lelaki yang bisa menyentuh ruang terdalam jiwanya. Namun, satu pengecualian. Dika. Bersama Dika, Nesha menemukan versi dirinya yang paling jujur-tanpa topeng, tanpa pura-pura. Sebuah ruang aman yang tak pernah ia rasakan bersama siapa pun. Hanya saja, sebuah keadaan memaksa Nesha dan Dika pada ikatan yang paling ia hindari-pernikahan. Sebuah janji yang selama ini menjadi ketakutannya yang paling besar. Dan kini, ia harus menghadapi kenyataan bahwa lelaki yang selama ini ia percayai, justru adalah orang yang menggenggam kunci takdir barunya. - "Bajingan! Anak setan! Binatang sialan! Dasar satwa liar! Cowok keparat! Orang cabul! Lo apain gue malem itu hah!?" - Nesha mendesis di sana. "Ya lagian, masa gue gak ngerasain apa apa abis begituan." "YA EMANGNYA LO HARUS NGERASIN APA?!" "YEE APA KEK, GAK BISA JALAN ATAU GIMANA. MASA GAK SAMA KAYAK YANG DI BUKU BUKU, LO NYA GAK JAGO KALI!" - "Gue gak bisa janjiin pernikahan yang bahagia, menurut standar Lo. Tapi gue bakal usahain, jadi rumah buat Lo pulang. Rumah yang aman buat Lo tinggal, rumah yang nyaman buat Lo berbagi, susah ataupun senang." "Mau ya nikah sama gue?"