Jangan Bohong

Jangan Bohong

  • WpView
    Reads 64
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadComplete Sun, Dec 2, 2018
Rudi, anak laki laki yang sangat nakal dan suka berbohong. Rudi selalu mencoba mencari kebohongan untuk menghindari sekolah, pekerjaan rumah, Bahkan sampai tidak pergi ke tempat ibadah! Hingga suatu hari, Rudi mendapat pelajaran dari kebiasaannya berbohong. Mau tahu selengkapnya? Yuk kita lihat ceritanya! Oh ya, cerita ini tamat sampe page 4 ya! Sekarang mau nerusin cerita lain. Terima kasih...
All Rights Reserved
#224
kejujuran
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kepingan Kisah dalam Sejarah
  • 𝐥𝐞𝐭 𝐦𝐞 𝐡𝐚𝐯𝐞 𝐲𝐨𝐮 𝐟𝐨𝐫𝐞𝐯𝐞𝐫.
  • Yang Dulu Melukai,Kini Menyayangi [END]
  • Rindu Senin Pagi
  •    Rumah Kardus
  • Langganan Guru Bk ✅
  • sincerity or doubt [ END ]
  • 400 Meters Away [BL] ✓
  • ZIEL

Teguh seorang laki-laki yang terlahir pada pertengahan abad ke-20 di sebuah desa perbukitan yang menjulang dan gersang. Kehadirannya bagai permata bersinar untuk bapak dan ibu, bagaimana tidak, di usia yang masih belia, Teguh sudah disibukkan untuk membantu pekerjaan orangtua, namun hal itu tidak membuatnya surut akan semangat dalam mencari ilmu. Semua itu tak lain, karena dilatar belakangi oleh harapan sang bapak yang begitu besar kepada anak laki-laki pertamanya, agar kelak Teguh menjadi laki-laki yang mampu meniup ruh semangat pendidikan di kampung halaman. Setelah kelulusannya Teguh diperintahkan sang Kyai untuk mengikuti seleksi beasiswa belajar ke negeri Piramida. gayungpun bersambut karena Bapak tak kalah semangat mendorong putranya untuk mengikuti seleksi tersebut. Dan pada akhirnya nama Teguh berjejer rapih di papan pengumuman mahasiswa yang lolos dalam seleksi beasiswa dan siap diberangkatkan ke Mesir. Tapi hati Teguh tak siap, tidak seperti namanya, justru ia tak ingin pergi, langkahnya sangat berat untuk meninggalkan kampung halamannya. Hal itulah yang kemudian mendorongnnya untuk berbohong kepada bapakanya dengan mengatakan kabar sebaliknya, ia tak lolos seleksi beasiswa. Bagaimanakah perjalanan kisah Teguh selanjutnya? Apakah kebohongan itu akan bertahan lama, ataukah cepat tercium oleh sang bapak. Benarkah kesempatan belajar di negeri para nabi yang semua orang inginkan itu akan terlewat begitu saja hanya karena langkah beratnya meninggalkan kampung halaman? Mari ikuti perjalanan hidupnya yang penuh Inspiratif dalam buku Kepingan Kisah dalam Sejarah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines